Optimalkan Budidaya Rumput Laut, Abmas ITS Ciptakan DIRULA - ITS News

Optimalkan Budidaya Rumput Laut, Abmas ITS Ciptakan DIRULA

Published on
By
Tampilan Dashboard Interaktif Rumput Laut (DIRULA) yang akan dikembangkan oleh tim Abmas Departemen Sistem Informasi ITS
Tampilan Dashboard Interaktif Rumput Laut (DIRULA) yang akan dikembangkan oleh tim Abmas Departemen Sistem Informasi ITS

Sidoarjo, ITS News — Potensi lahan budidaya rumput laut di Jawa Timur belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menghambat produktivitas para pembudidaya. Berangkat dari kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Dashboard Interaktif Rumput Laut (DIRULA) guna mendukung ekosistem budidaya yang lebih efektif.

Ketua tim Abmas Departemen Sistem Informasi ITS Prof Erma Suryani ST MT PhD menjelaskan, produktivitas pemanfaatan lahan budidaya di Jawa Timur saat ini masih berada di bawah satu persen. Hal ini tak luput dari keterbatasan kapasitas teknis pembudidaya, fluktuasi harga pasar ekstrem, hingga rantai pasok yang tidak efisien. “Dibutuhkan intervensi teknologi berbasis data guna menekan risiko kerugian dan meningkatkan pemanfaatan lahan,” terang Erma.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, tim Abmas ITS bersama mitra usaha Mulia Samudra Maju Abadi Sidoarjo mengembangkan DIRULA yang mengadopsi model sistem dinamis berbasis causal loop diagram (CLD). Sistem ini memetakan hubungan antara kondisi ekologi perairan, dinamika pasar, dan aspek finansial secara terintegrasi untuk mendukung pengelolaan budidaya rumput laut yang lebih efektif.

Prof Erma Suryani ST MT PhD (paling kanan) saat berkonsultasi dengan Vito Reyner Adriananda SPi (kiri) selaku Direktur MSMA terkait kerjasama Abmas bersama mitra usaha rumput laut Mulia Samudra Maju Abadi Sidoarjo (MSMA)
Prof Erma Suryani ST MT PhD (paling kanan) saat berkonsultasi dengan Vito Reyner Adriananda SPi (kiri) selaku Direktur MSMA terkait kerjasama Abmas bersama mitra usaha rumput laut Mulia Samudra Maju Abadi Sidoarjo (MSMA)

Lebih lanjut, Erma menjelaskan bahwa DIRULA terdiri atas empat dasbor utama yang saling melengkapi. Dasbor produksi dan harga pasar menyajikan peta persebaran komoditas dan produksi, prediksi hasil panen, informasi harga rumput laut secara terkini, hingga fitur komparasi harga antardaerah. Melalui fitur tersebut, pembudidaya dapat memantau potensi produksi sekaligus menyusun strategi penjualan yang lebih tepat berdasarkan kondisi pasar.

Selain itu, DIRULA juga dilengkapi dasbor analisis risiko yang menghadirkan kalkulator risiko ekonomi, analisis fluktuasi laba bersih, serta indikator kelayakan usaha. Berbagai fitur tersebut memungkinkan pembudidaya menilai tingkat risiko usahanya secara lebih akurat sekaligus mengantisipasi potensi kerugian. “Apabila hasil koefisien variasi laba bersih di kalkulator berada di bawah 0,5, usaha dikategorikan aman dengan tingkat risiko yang rendah,” jelas dosen Departemen Sistem Informasi ITS tersebut.

Sebagai pelengkap, lanjut Erma, dasbor produk olahan rumput laut hadir dengan memuat informasi mengenai rantai pasok bahan baku, inovasi pangan fungsional, hingga potensi diversifikasi produk dan pengembangan skala ekspor. Dengan demikian, DIRULA dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus mendorong terciptanya nilai tambah melalui hilirisasi produk rumput laut.

Tim Abmas Departemen Sistem Informasi ITS saat berada di mitra usaha Mulia Samudra Maju Abadi Sidoarjo
Tim Abmas Departemen Sistem Informasi ITS saat berada di mitra usaha Mulia Samudra Maju Abadi Sidoarjo

Program pengabdian ini dikerjakan secara kolaboratif oleh lima dosen ahli bersama 12 mahasiswa aktif Departemen Sistem Informasi ITS. Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan inovasi, tim menargetkan sembilan luaran, meliputi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), artikel ilmiah, dan policy brief yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan sektor budidaya rumput laut.

Ke depan, DIRULA diharapkan menjadi platform yang mampu membuka peluang kerja sama strategis dengan pemerintah daerah dan asosiasi perikanan terkait. Inovasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin ke-14 mengenai Ekosistem Laut. “Semoga DIRULA dapat diadopsi secara masif untuk mendukung ekonomi biru di skala nasional,” harap Guru Besar ITS tersebut. (*)

 

Reporter: Dicka Elkana Putra
Redaktur: Andra Eka Wijayanti

×