Secara khusus, ajang bergengsi bagi siswa SMA ini memang mengenalkan dasar-dasar pemrograman berupa penyelesaian logika. "Kalau bisa menyelesaikan logika, pemrograman bisa dipelajari dengan mudah," tutur Satrio G Nugraha, panitia Schematics. Dan diakuinya, cukup banyak siswa yang masih belum mahir dalam dunia pemrograman.
Meski begitu, antusias siswa SMA terhadap kompetisi ini terbilang besar. Terbukti, tak kurang 894 tim mendaftar, dan setiap timnya terdiri dari tiga orang. "Yang melanjutkan ikut penyisihan sekitar 780 tim," ujar Satrio. Dan dari keseluruhan yang mendaftar akan diambil seratus tim untuk masuk babak perempat finnal yang akan digelar Sabtu (22/10).
Karena peserta terdiri dari siswa dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia, maka penyisihan pun dibagi menjadi dua cara. Yakni, via online di website Schematics bagi peserta yang lokasinya jauh dan via offline di Teknik Informatika, Teater ITS, SMAN 5 Surabaya, SMAN 17 Surabaya, SMAN 1 Malang dan SMAN 3 Denpasar.
"Penyisihan ini memang ada satu babak saja," ulas mahasiswa angkatan 2009. Peserta dihadapkan dengan seratus pertanyaan logika. Satrio melanjutkan, karena masih sebatas tes tulis, penyisihan ini masih belum menggunakan juri. Untuk peserta yang lolos juga masih belum diumumkan secara pasti.
Bila lolos ke tahap selanjutnya, tentu bobot soal yang perlu diselesaikan peserta pasti lebih sulit. Dalam ajang ini, selain logika peserta benar-benar bakal diuji, perpaduan kemampuan menyelesaikan permasalahan dengan menyusun strategi juga menjadi salah satu poin penting yang harus dimiliki untuk menghadapi babak selanjutnya.
Satrio berharap, dengan adanya kompetisi ini, siswa SMA lebih mengenal Schematics dan Teknik Informatika. "Masih banyak yang belum tahu ajang ini," ungkapnya. Sehingga, diharapkan, jika lebih banyak lagi peserta yang mengetahui kompetisi ini. (esy/rik)