MTT, Ajak Mahasiswa Cintai Negeri Sendiri

Published on
By

Salah satunya adalah Ir Eko Wahyu Laksmono. Salah satu alumni  ITS angkatan ’92 itu menyampaikan beberapa pesannya kepada para mahasiswa ITS untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Ia mengatakan jika orientasi mahasiswa kampus lain untuk memasuki dunia kerja adalah uang, maka tidak begitu dengan mahasiswa ITS. Salah satu aspek penting adalah mencintai bangsa dan negeri sendiri, hal ini merupakan kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki semua mahasiswa. "Saat ditanya kenapa perusahaan harus memilihmu, jarang sekali para pelamar mengatakan mereka punya semangat untuk membangun negeri," ujar Eko.

Wakil Kepala Proses Penelitian dan Pengembangan PT Pertamina itu turut menambahkan, dalam proses penyeleksian pegawai, ia cenderung memilih SDM lokal daripada SDM asing. "Walaupun dalam proses pengembangan nanti bisa terjadi kegagalan, maka tinggal evaluasi kesalahan. Semua belajar dari kegagalan," ucap Eko yang mempunyai cita-cita memandirikan bangsanya sendiri.

Tidak hanya lewat kata-kata, Eko pun mempunyai program bernama Teknologi Merah Putih. Teknologi ini dimaksudkan untuk melepas ketergantungan Indonesia pada teknologi asing. Banyaknya kilang minyak yang menggunakan teknologi asing adalah salah satu latar belakang program ini.

Ia pun menceritakan langkah-langkah melepaskan ketergantungan teknologi asing ini. Seperti pembuatan katalis dan chemical yang secara berangsur-angsur diputus. Disebut-sebut sebagai mafia teknologi kilang dunia, Universal Oil Product (UOP) menurutnya merupakan dalang dibalik ini semua. "Dulu kita sering ditakut-takuti jika tidak memakai teknologi mereka (asing, red), maka perusahaan akan jatuh," tambahnya.

Sekarang, dengan teknologi merah putih ini, ia berharap dapat menghapus ketergantungan teknologi asing dan menggantinya dengan teknologi buatan Indonesia. Institut Teknologi seperti ITS pun diharapkan olehnya agar bisa menciptakan teknologi-teknologi yang bisa membantu industri di Indonesia. "Bangkitkan semangat mencintai negeri," tutupnya. (van/man)

×