M. Imam Rahmat Fahmi mengatakan tujuan lain diadakan acara ini adalah untuk menyeimbangkan antara nilai-nilai kebudayaan dan kemajuan teknologi dengan sarung yang sarat akan nilai-nilai kebudayaan. Pihaknya pun akhirnya memutuskan mengambil tema Melestarikan Kearifan Khazanah Budaya Nusantara guna mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Baginya, sarung yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa bukanlah milik suatu golongan saja. “Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya kain yang mirip sarung di beberapa daerah di Indonesia, sebut saja Bali dan Kalimantan," sebutnya ketika ditemui ITS Online. Selain itu, acara ini pun memiliki tagline Merakyatkan Sarung, Menyarungkan Rakyat.
Ditanyai menyoal hal itu, ia menyebutkan maksud dari tagline tersebut adalah untuk membuat sarung bisa dimiliki oleh semua golongan dan tidak hanya dipakai pada saat tertentu saja. Selain itu, ia juga mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam sarung itu sendiri seperti kedinamisan dan kesederhanaan.
Ia bahkan mengungkapkan saking universal benda ini, berbagai unsur masyarakat dengan bangga menggunakan untuk berbagai fungsi. Sarung menjadi sebuah kearifan tersendiri bagi Bangsa Indonesia. Seperti tema yang tengah diusung, mengakar dalam khazanah budaya nusantara. Dengan membawa karakter sejuk, santun, praktis, dinamis, dan penuh optimisme, sarung masuk dan menjelma menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia.
Ia bertutur sarung juga bisa diabadikan sebagai ‘teknologi canggih’. Hal ini lantaran benda tersebut tak hanya menjadi selembar kain yang dijahit pada ujungnya hingga membentuk tabung. ”Ia bisa menjelma menjadi beraneka ragam fungsi, mulai dari digunakan di acara formal, menimang bayi (ayunan, red), alat untuk memanjat, kemul (selimut, red), hingga untuk permainan ‘ninja-ninja-an’,” selorohnya.
Karena itu, lanjutnya, ITS dengan nilai-nilai luhurnya, sudah sepatutnya menjadikan sarung sebagai medium pembelajaran karakter dan kepribadian arek ITS. "Semoga ini juga bisa menginspirasi kampus dan instansi lain, sehingga dapat memunculkan gerakan Indonesia Bersarung," tutup pria berkaca mata itu. (nan/man)