Agus Budi Raharjo, Direktur BPM mengatakan, acara ini bertujuan untuk memberi pemahaman dan pembekalan kepada mentor tentang cara menyampaikan materi yang menarik saat mentoring agar tidak monoton. Faktanya bahwa banyak mentoring yang ditinggalkan oleh mente karena materi yang disampaikan tidak menarik maupun kesibukan dari mentornya sendiri.
Sebagai seorang mentor, haruslah mengetahui cara-cara menarik hati mente. ”Sebagai seorang mentor kita harus menambah ilmu, menambah pengalaman, dan hafalan beberapa ayat Alquran dan Hadist favorit. Supaya kredibiltasmu di mata mente dapat naik,” ungkap Mochammad Reza Kusuma, salah satu pemateri.
Kegiatan ini merupakan bukti bahwa seorang aktivis dakwah kampus sangat peduli dengan moralitas mahasiswa di kampusnya melalui kegiatan mentoring. ” Harapannya dengan adanya Sekolah Mentor ini dapat mendorong kegiatan mentoring di ITS lebih giat lagi dengan materi yang bersifat dinamis dan tidak membosankan,” pungkas Agus. (m2/esy)