Mantapkan Hilirisasi Riset, ITS Siap Kawal Peta Jalan Riset Strategis Nasional

Published on
By
Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD saat menjelaskan pentingnya keselarasan riset perguruan tinggi dengan agenda strategis nasional

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan kesiapannya dalam mendukung arah baru riset nasional sebagaimana tertuang dalam Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026–2045 dan Agenda Riset dan Inovasi Strategis Nasional 2026–2029 yang disusun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penguatan hilirisasi riset, percepatan komersialisasi inovasi, hingga keterlibatan aktif para dosen ITS sebagai tim pakar penyusun peta jalan riset nasional tersebut.

Komitmen perguruan tinggi dalam penguatan riset berdampak ini dipertegas langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD setelah memberikan kultum subuh di Masjid Manarul Ilmi ITS, Sabtu (9/5). Pada kesempatan tersebut, Brian menekankan bahwa hasil riset dan inovasi perguruan tinggi harus selaras dengan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD (kiri) bersama Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (kanan) usai melaksanakan ibadah sholat subuh di Masjid Manarul Ilmi ITS

Menurut Brian, harmonisasi karya inovasi dengan kebutuhan strategis bangsa menjadi hal yang krusial dalam menjawab permasalahan yang ada. “Perguruan tinggi diharapkan dapat menyelaraskan berbagai hasil riset dengan beberapa target nasional, sehingga penelitian itu tidak terpisah dari kebutuhan yang ada,” ungkap Mendiktisaintek.

Brian menilai ITS adalah salah satu kampus yang memiliki banyak inovasi relevan dengan kebutuhan nasional saat ini. Ia mencontohkan sejumlah karya ITS seperti motor dan traktor listrik, hingga alat panjat kelapa yang dinilai berpotensi mendukung agenda kemandirian pangan dan energi nasional.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kemitraan antara kampus dan industri guna mempercepat hilirisasi hasil riset. Menurutnya, negara maju dengan ekosistem industri besar umumnya ditopang oleh riset perguruan tinggi yang kuat dan terintegrasi dengan kebutuhan industri maupun pemerintah. “Kami akan terus mendorong riset-riset dari ITS, terutama yang selaras dengan program kemandirian pangan dan energi, dimana kedua hal tersebut membutuhkan basis teknologi yang kuat,” tuturnya.

Sebelumnya, Kamis (7/5), Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI Dr Mohammad Fauzan Adziman ST MEng juga menggelar pertemuan bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII. Pada malam pertemuan tersebut, turut serta sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur, diantaranya adalah ITS, Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Dirjen Risbang Kemdiktisaintek RI Dr Mohammad Fauzan Adziman ST MEng memberikan paparan Peta Jalan Riset Strategis Nasional kepada perwakilan Perguruan Tinggi di Jawa Timur

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Akademik Rektorat ITS tersebut turut memberikan penekanan terhadap pentingnya keselarasan riset perguruan tinggi dengan peta jalan riset dan inovasi strategis nasional.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc PhD menegaskan bahwa ITS siap mendukung agenda riset strategis nasional melalui penguatan hilirisasi riset yang berdampak bagi masyarakat dan industri. Menurutnya, langkah tersebut selaras dengan visi ITS sebagai Entrepreneurial University yang mendorong percepatan komersialisasi produk inovasi riset. “ITS siap mendukung agenda riset strategis nasional dan akan terus mendorong hilirisasi riset berdampak,” tuturnya.

Komitmen ITS dalam mendukung arah baru riset nasional tersebut juga dibuktikan melalui keterlibatan aktif sejumlah dosen ITS sebagai tim pakar dalam penyusunan Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional 2026–2045. Pada bidang maritim, ITS diwakili oleh Prof Dr Ir Raden Sjarief Widjaja, Prof Dr Ir Siti Zullaikah ST MT, Dr Adi Novitarini Putri ST MT, Dr Setyo Nugroho ST MT, serta Prof Dr Ir Agus Muhamad Hatta ST MSi. Sementara pada bidang pertahanan, ITS diwakili oleh Prof Dr Ir Subchan MS PhD.

Keterlibatan tersebut mempertegas posisi ITS sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi aktif dalam perumusan arah riset nasional sekaligus siap menghadirkan inovasi berdampak di berbagai sektor strategis. Terutama dalam berbagai bidang unggulan di ITS, seperti maritim, agroindustri, energi, transportasi listrik, hingga teknologi pertahanan.

Melalui penguatan kolaborasi industri, hilirisasi teknologi, dan pengembangan riset berbasis kebutuhan nasional, ITS optimistis dapat menjadi motor penggerak inovasi menuju kemandirian teknologi Indonesia. Komitmen ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9 tentang pengembangan Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (HUMAS ITS)

×