
Surabaya, ITS News — Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menutup gelaran Industrial Challenge International Business Case Competition (INCHALL IBCC) 2026 dengan malam penghargaan bergengsi. Kompetisi internasional ini resmi mencapai malam puncaknya di Favehotel MEX Tunjungan Surabaya, Minggu (2/8).
Dosen DTSI ITS Rahmatul Istighfarin ST MEM menyampaikan bahwa kegiatan kali ini hadir dengan warna yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bila sebelumnya lebih terfokus pada persoalan keilmuan teknik sistem dan industri, edisi kali ini secara khusus membawakan format business case competition. “Kali ini lebih fokus pada kompetisi kasus bisnis untuk merespons transformasi industri yang serba cepat serta melatih pemikiran strategis peserta,” ujarnya.

Lebih lanjut, dosen yang akrab disapa Titi ini menyebutkan bahwa INCHALL yang telah diselenggarakan selama 15 tahun ini berhasil menarik antusiasme yang luar biasa. Dengan mengangkat tema The Game Changer: Transforming Industry Challenges into Sustainable and Competitive Growth, kompetisi ini dirancang untuk menjawab dinamika industri global.
Ketua Pelaksana INCHALL IBCC 2026 Dionisius Bagus Narenda Putra turut memaparkan, tercatat sebanyak 108 tim ikut berpartisipasi. Ia menambahkan bahwa para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun mancanegara. Beberapa kampus luar negeri yang ikut mendelegasikan mahasiswanya antara lain Asia Pacific University of Technology and Innovation Malaysia, Singapore Management University, hingga Azerbaijan State University of Economics.
Mahasiswa yang akrab disapa Narendra ini memaparkan, sebelum mencapai malam puncak, para peserta telah melalui seleksi ketat mulai dari tahap preliminary, semifinal, hingga final stage. Pada babak final, ketangkasan peserta diuji langsung dengan menyelesaikan kasus bisnis berdurasi dua jam di hadapan dewan juri. “Selain berkompetisi, para peserta juga diajak memperluas wawasan melalui industrial conference serta company visit ke PT Aice Ice Cream Jatim Industry,” tambahnya.

Sebagai puncak acara, malam penghargaan ditutup dengan penganugerahan gelar juara kepada tim-tim dengan solusi paling cemerlang. Gelar juara pertama sukses diamankan oleh tim NAMA TIM dari ITS. Sementara itu, posisi Juara Kedua berhasil diraih oleh Tim PROFesyenel yang merupakan kolaborasi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung. Adapun posisi Juara Ketiga disabet oleh Tim TNDOENGS dari UI.
Seluruh kegiatan ini turut berkontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Gagasan dan solusi bisnis berkelanjutan yang dirumuskan oleh peserta secara langsung menyokong poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa turut memiliki andil dalam mengembangkan lanskap industri yang berkelanjutan. (*)
Reporter: Syahidan Nur Habibie Ash-shidieq
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham