Makna 10 November

Published on
By

Meskipun lahir tiga tahun sebelum tahun 1960, namun secara resmi ITS menetapkan tanggal kelahirannya bertepatan dengan Hari Pahlawan tahun itu. Sedangkan Sepuluh November dengan ’v’ adalah nama bulan kesebelas dalam sistem penanggalan Masehi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak akan dijumpai kata ’Nopember’ karena yang baku adalah ’November’.  Tulisan ini tidak ingin memperdebatkan mana yang benar di antara keduanya, karena sesuatu yang lebih esensial lebih menarik untuk diperbincangkan.

Heroisme dan patriotisme rakyat Surabaya dalam upaya mempertahankan kemerdekaan sudah terbukti. Peristiwa di kawasan Jembatan Merah Surabaya menjadi salah satu bukti ketidakgentaran para pejuang dalam perlawanannya menghadapi tentara Sekutu. Sejarah mencatat bahwa  pada bulan September terjadi penyerangan terhadap markas Jepang oleh para pejuang. Sementara itu, pasukan sekutu telah ada di Surabaya. Suasana kota semakin panas sejak terjadinya Insiden Bendera atau Insiden Tunjungan.

Pertempuran yang berkobar di dekat Jembatan Merah menewaskan Brigjen A.W.S Mallaby. Inggris marah dan mendatangkan bantuan di bawah Mayor E.C. Mansergh dan terus memberikan ultimatum kepada arek-arek Surabaya untuk menyerahkan senjata pada tanggal 9 November sebelum pukul 18.00 WIB. Jika ultimatum tidak dipenuhi, Surabaya akan diserang pada tangggal 10 November dari Darat, Laut dan Udara. Bung Tomo, pimpinan BPRI membangkitkan semangat arek-arek Surabaya untuk melawan pasukan Inggris dan NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie).

ITS patut berbangga diri dengan menyandang nama Sepuluh Nopember. Tidak ada PTN lain yang namanya menyandang hari yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia tercinta itu. Hari yang memiliki makna ruang sekaligus waktu. Makna ruangnya adalah peristiwa terjadi di Surabaya, sedangkan makna waktunya adalah peristiwa perlawanan arek – arek Suraboya menghadapi tentara Inggris yang berusaha mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda di bumi pertiwi ini.

Salah seorang alumni yang mendapat amanat menyampaikan sambutan dalam Upacara Dies Natalis ke-50 ITS menyatakan kekagumannya atas perkembangan ITS, baik dari aspek akademis maupun perkembangan sarana prasaranya. Ia berkisah singkat tentang suka dukanya ketika kuliah dengan kondisi kampus yang serba terbatas. Kekagumannya cukup beralasan karena saat ini kondisi ITS sudah jauh lebih mapan dengan segala keunggulannya di berbagai bidang. Tidak lupa ia berpesan untuk terus ditumbuh-kembangkan semangat civitas akademika ITS dalam mengembangkan potensi ITS.

Tantangan memang masih menghadang di tengah perjalanan ITS menuju  keunggulan. Naiknya peringkat ITS dalam webomatrics masih terus diperjuangkanmelalui beberapa strategi yang disiapkan. Salah satu aspek yang diperjuangkan adalah digitalisasi Tugas Akhir (TA), karya ilmiah, tesis, dan disertasi karya ITS yang dapat diakses secara luas.
Program digitalisasi sebelumnya juga telah disusun dalam Program Hibah Kompetensi Institusi (PHKI). PHKI tersebut disusun untuk membangun knowledge management system yang bertujuan menaikkan rangking ITS dalam Webometric. Sejumlah upaya dilakukan untuk memperbaiki Peringkat, di antaranya kualitas penelitian (research quality), kesiapan kerja lulusan (graduate employability), pandangan internasional (international outlook), dan kualitas pengajaran (teaching quality).

Civitas akademika dan alumni ITS  perlu merenungkan makna 10 November sebagai paradigma akademis dan sosial. Pada tataran paridgma akademis, ITS harus didorong untuk terus meningkatkan kualitas akademis hingga memperoleh capaian maksimal untuk dapat sejajar dengan perguruan tinggi besar di Indonesia, bahkan dapat ’berbicara’ lebih banyak di tingkat dunia. Pada tataran paradigma sosial, ITS harus lebih berperan dalam  menyelesaikan permasalahan yang berkembang di masyarakat, misalnya sejumlah penanganan bencana alam. Dalam ’gabungan’ kedua aspek di atas, ITS harus lebih peka terhadap pentingnya menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan tetap memperhitungkan kemampuan orang tua dari kalangan kelas menengah ke bawah yang ingin mengirimkan putra-putri terbaiknya menempuh studi di ITS. Selamat berhari jadi. Semoga ITS Jaya Selalu.

Imam Syafii
Kasubbag Pendidikan FTI ITS

×