Mahasiswa UTP Pelajari Gamelan Hingga Tari Saman

Published on
By
Setelah berkuliah di jurusan Teknik Sipil pagi harinya, mereka langsung mempelajari alat musik gamelan Jawa itu. Ke-17 mahasiswa Malaysia tersebut mendapat pelajaran tentang cara bermain gamelan dari Unit Kegiatakan Tari dan Karawitan (UKTK) ITS. Selama lebih dari satu jam mereka tampak antusias mempraktikan langsung cara bermainnya.
Hingga akhir sesi, mereka berhasil membawakan satu bagian lagu dengan lancar. Arahan berbahasa Inggris dari sang pemandu tak menyulitkan mereka untuk memahami alat musik tersebut. 
Salah satu mahasiswa UTP yakni Nishalini Prakasan mengaku tak kesusahan dalam mempelajari gamelan. "Awalnya saja yang susah, tapi setelah beberapa waktu ternyata mudah juga," tutur gadis keturunan India tersebut. Mahasiswi jurusan Information Technology UTP.
"Saya sudah 10 tahun di Indonesia," ungkapnya fasih dalam berbahasa Indonesia. Mengenai pelayanan yang diberikan oleh ITS dalam hal ini International Office (IO) diakuinya sangat ramah dan memuaskan. "Selama saya disini jadwalnya selalu tepat waktu dan sangat cepat merespon orang-orangnya," jelas Nisha.
Sedangkan menurut penjelasan Nisha, short program yang ia jalani bersama ke-16 temannya tersebut diawali dari proses registrasi online yang digelar UTP. Para mahasiswa yang mengikuti program tersebut berangkat dengan biaya pribadi pula. "Tapi saya senang akhirnya bisa kembali main ke Indonesia setelah sekian lama," tutur mahasiswi yang pernal tinggal di Bogor, Jawa Barat tersebut.
Sesi cultural learning selanjutnya yakni belajar tari saman. Pada sesi tersebut, sebanyak enam mahasiswi jurusan Teknik Kimia mengajarkan tari saman pada 17 mahasiswa UTP tersebut. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok berbeda agar lebih intensif. Wajah canda dan gembira terlihat dalam sesi bermain tari saman itu.
Nova Linzai selaku koordinator acara ASEAN Technological Camp 2015 berharap, awal dari sesi cultural learning ini akan ada lebih banyak budaya Indonesia yang dikenalkan oleh ITS pada mahasiswa asing. "Khusus di ITS biasanya kita lebih sering mengenalkan tarian saman," jelas Nova. 
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sebenarnya banyak tarian dan budaya yang bisa diajarkan pada mahasiswa asing, namun sumber daya pemandunya yang masih kurang. (dza/akh).
×