Mahasiswa ITS Mantapkan Karier Bersama Alumni

Published on
By

Ialah Hadi Wibowo, Nobel Danial Muhammad, dan Parardhya Nugraha yang didapuk sebagai pembicara dalam diskusi seputar dunia pasca kampus tersebut. Beberapa tips recruitment dan karakteristik umum alumni ITS turut menjadi bahan obrolan yang berlangsung selama dua jam itu.

Dalam talkshow ini, disinggung tiga hal utama yang menjadi poin penting dalam menghadapi tes pekerjaan maupun menjalani dunia kerja. ”Adalah Attitude, Skill, dan Knowledge (ASK, red) yang perlu dilatih sejak sekarang, karena ketiga hal itu tidak bisa didapat secara instan,” ujar Hadi yang merupakan Kepala Pabrik Group PT Astra Agrolestari Tbk.

Alumni JTE ini bercerita softskill menjadi salah satu hal utama yang dilihat dari seorang kandidat recruitment. Sambil bernostalgia dengan jargon mahasiswa ITS di masa perrkuliahannya, ia mengatakan bahwa ciri khas yang dimiliki alumni ITS amat sesuai dengan jargonnya, yaitu Cerdas, Ulet, dan Kreatif (CUK, red).

Senada dengan Hadi, dalam mendukung terbangunnya ASK yang ideal dari diri seseorang, Parardhya turut menyarankan beberapa hal. ”Di bangku kuliah kalian berkesempatan belajar berkomunikasi dan bekerja dalam tim. Lalu bagi kalian yang sudah aktif di organisasi, itu bagus, modal yang baik,” papar alumnus Jurusan Teknik Mesin angkatan 2005 ini. Menurutnya, hal itu akan menambah performance seseorang di dunia pasca kampus agar lebih kompetitif.

Alumnus yang bekerja sebagai Painting Plant 1 Supervisor PT Astra Daihatsu Motor ini pun mengingatkan semua mata kuliah yang dipelajari semasa kuliah akan terpakai di dunia kerja. Dengan begitu, lanjutnya, mahasiswa ITS dihimbau agar tidak mengabaikan ilmu yang disampaikan di kelas. ”Meski 70 persen lebih banyak menggunakan logika dan kemampuan analisa,” tambahnya.

Lebih lanjut, diskusi yang mengalir dinamis ini mengerucut pada satu hal, yaitu kepercayaan diri. Sebagaimana ditanyakan oleh salah satu peserta, Yansen Prayitno, tentang kiat-kiat menghadapi dunia kerja sebagai lulusan sarjana yang akan memimpin banyak karyawan. Menanggapi hal ini, Nobel mengatakan bahwa komunikasilah yang menjadi dasaran penting dalam bekerja secara tim apa lagi memimpin.

”Namun komunikasi yang baik terbangun dari diri pribadi yang percaya diri, yang tidak terlalu kebanyakan sungkan,” ungkap Staf Teknologi Informasi PT Marga Harjaya Infrastruktur tersebut. Alumnus Jurusan Teknik Informatika ITS ini juga menekankan kepercayaan diri seharusnya sudah ditunjukkan sejak tahap recruitment dimulai. Baginya, sekalipun pintar, tetapi malu, maka hasil pembelajaran selama kuliah akan menutupi kepercayaan diri seseorang. (imb/man)

×