Mengunjungi Dusun kepetingan bukanlah perkara mudah. Untuk mencapai Dusun yang terletak di desa Sawohan tersebut harus menggunakan kapal selama 40 menit. Jika ingin merasakan perjalanan darat, maka harus melewati pematang tambak yang kerap kali berlumpur terutama saat musim penghujan.
Dijelaskan Akhmad Ibnu Hija, salah satu mahasiswa Teknik Fisika, dusun Kepetingan merupakan salah satu daerah tertinggal di daerah Sidoarjo. Dusun ini menghadapi beberapa masalah serius, salah satunya adalah pemenuhan akan kebutuhan air bersih. Untuk keperluan sehari hari, masyarakat hanya mengandalkan air hujan. Karena itu, setiap penduduk dipastikan memiliki penampungan hujan di setiap rumah.
Selain itu, sampah pun tampak bertebaran di sembarang tempat. hal ini semakin memperburuk kondisi air sungai. Mengingat letaknya yang susah diakses melalui jalur darat, masyarakat lebih memilih membuang sampah disungai. "Ironisnya, dusun tetangga pun melakukan hal yang sama tutur Hija pada ITS Online.
Ditambah lagi, pada malam hari sungai akan menguap mengikuti siklus pasang surut laut. Warga mengaku, pada bulan – bulan tertentu luapan air sungai dapat mencapai rumah warga. Bila tidak ditangani dengan serius, hal tersebut dapat menimbulkan beragam penyakit.
Kondisi tersebut melahirkan semangat mahasiswa Teknik Fisika melakukan pengabdian masyarakat di desa tersebut. "Kami menurunkan hampir 200 mahasiswa untuk melayani di desa ini selama tiga hari," terang Hija.
Selain membantu membersihkan desa, mereka juga memperbaiki penampungan air hujan dan mengangkut sampah dari aliran air sungai. Selain itu, mereka turut mengadakan pameran teknologi guna pencerdasan orang tua dan anak anak. "Kami berharap ilmu yang diberikan mencerdaskan warga disini," pungkasnya (bal/ven)