Mahasiswa Bakti BCA ITS Dorong UMKM Batik Jetis Berkelanjutan

Published on
By
Kegiatan workshop membatik bersama anak-anak panti asuhan sebagai upaya regenerasi budaya di Kampung Batik Jetis, Sidoarjo

Sidoarjo, ITS News – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) penerima beasiswa Bakti BCA telah menuntaskan rangkaian program pengabdian kepada masyarakat di Kampung Batik Jetis, Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung sejak April hingga Juli 2025 lalu ini difokuskan pada penguatan keberlanjutan UMKM batik tulis melalui pendekatan edukatif, promotif, dan pelestarian budaya lokal.

Program pengabdian tersebut dilaksanakan melalui empat agenda utama. Agenda pertama berupa pelatihan digital marketing yang bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pelatihan ini membekali para pengrajin batik dengan pemahaman praktis mengenai branding dan pemanfaatan platform digital agar produk batik Jetis mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN Batik Jetis berkesempatan untuk membuka stan pameran dalam ajang Batik Bordir Aksesoris Fair (BBAF) 2025

Agenda kedua adalah partisipasi dalam Batik Bordir Aksesoris Fair (BBAF) 2025. Pada ajang ini, booth Batik Jetis mendapat kunjungan dari Ketua PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin. Momen tersebut dimanfaatkan para pengrajin untuk menampilkan kualitas batik tulis khas Sidoarjo secara langsung kepada masyarakat, sekaligus memperkuat eksistensi Batik Jetis di tingkat regional.

Kegiatan ketiga dilakukan melalui kampanye di lingkungan kampus ITS yang menyasar mahasiswa lokal maupun internasional. Kampanye ini menitikberatkan pada pengenalan ragam motif Batik Jetis beserta filosofi yang terkandung di dalamnya, sehingga masyarakat kampus dapat memahami nilai budaya yang melekat pada setiap corak batik.

Pelaksanaan kampanye budaya bagi mahasiswa lokal dan internasional di area kampus ITS

Sebagai agenda penutup, mahasiswa menggelar workshop membatik yang melibatkan anak-anak panti asuhan. Dalam kegiatan ini, peserta diajak mencoba langsung proses mencanting di atas kain dengan pendampingan mahasiswa. Selain menjadi sarana edukasi kreatif, workshop ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya sejak dini agar tradisi membatik tetap lestari.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga Kampung Batik Jetis. Salah satu pengrajin batik, Faturohim (55 tahun), mengungkapkan rasa syukurnya atas kontribusi mahasiswa Bakti BCA ITS. “Alhamdulillah senang sekali dengan kegiatan ini, bisa menambah wawasan bagi kami sebagai pengrajin batik,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk terus melanjutkan pelestarian budaya Indonesia.

Pelaksanaan pelatihan branding dan strategi penjualan digital bagi pelaku UMKM Batik Jetis melalui kolaborasi mahasiswa ITS penerima beasiswa Bakti BCA dan mahasiswa Unesa

Program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Sadam Ali Rafsanjani dari Departemen Teknik Informatika ITS dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan Mohamad Rijal Iskandar Zhulqurnain SM MComm dari Departemen Manajemen Bisnis ITS. Kegiatan ini turut didukung oleh mitra lokal, Reynaldy, selaku Ketua Karang Taruna Kampung Batik Jetis, Sidoarjo. “Melalui program pengabdian ini, kami ingin membantu pengrajin Batik Jetis agar lebih siap menghadapi tantangan pasar modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat pada setiap motif batik,” tutur Sadam.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Bakti BCA ITS berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan UMKM lokal, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui kegiatan edukatif dan pelatihan, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya batik sebagai identitas lokal. (*)

×