LPPM ITS Ajak Mahasiswa Jadi Surveyor

Published on
By

Acara yang dibuka langsung oleh Ketua UP3D Dr Ir Eddy Setiadi Soedjono Dipl SE MS ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa. Baik yang menempuh program S1 maupun S2 dan terdiri dari berbagai jurusan di ITS. Terlihat peserta sangat tertarik akan hal-hal baru tentang dasar survey. Dari sejumlah peserta yang hadir bermunculan nama-nama baru yang merupakan calon surveyor baru.

”Saya lihat di sini dari daftar absensi ada teman-teman mahasiswa yang merupakan wajah baru. Saya harap Anda-Anda pun nanti akan menjadi surveyor kita,” ujar pak Eddy yang juga dosen Teknik Lingkungan ITS.

Memakai tenaga mahasiswa sebagai seorang surveyor dirasa lebih menguntungkan. Oleh sebab itu pihak UP3D melalui Pelatihan Surveyor ini mencoba menjaring mahasiswa yang berkompeten untuk melakukan survey. Selain pelatihan yang memberikan informasi tentang hal-hal seputar surveyor, pihak UP3D akan melakukan penilaian terhadap peserta dan mempekerjakan beberapa mahasiswa yang dianggap berkompeten dalam beberapa proyek.

UP3D sendiri sejak awal berdiri tahun 2003 telah mencetak 400 surveyor yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Dengan menjadi seorang surveyor secara tidak sadar akan mendapatkan banyak manfaat. Seperti halnya mengetahui dan mampu menjawab wawancara pekerjaan. Hal ini diperoleh, akibat seorang surveyor yang selalu dituntut pandai berkomunikasi dan memiliki pengetahuan yang luas.

Tampil sebagai pemateri pertama dengan judul Konsep Dasar Survei, Dra Agnes Tuti Rumiati MSc, mengatakan perkerjaan seorang surveyor tidaklah gampang. Mengingat pertanggungjawaban hasil survey yang sering kali digunakan.”Banyak sekali kendala yang didapatkan di lapangan, namun melalui pelatihan ini semua ada teknik dan solusi mengatasinya,” jelas salah satu tenaga ahli UP3D ini.

Karya besar UP3D yang sangat fenomenal yakni ketika Pilpres (Pemilihan Umum Presiden) RI. Ketika itu ITS melakukan metodologi pesan singkat SMS yang mampu mengkalkulasikan perhitungan pemilu hanya 5 jam sejak pencoblosan dan hasilnya hanya berbeda 1% dari perhitungan KPU Jatim yang baru keluar 3 bulan setelah pencoblosan.

Pada kasus Lapindo pun UP3D mengirimkan kurang lebih 150 surveyor untuk mensensus tiga belas ribu lebih penduduk. Dan data hasil survey UP3D itu akan dimanfaatkan pemerintah sebagai dasar pertimbangan ganti rugi sesuai Kepres (Keputusan Presiden).

Untuk urusan survey dan sensus, ITS melalui tenaga UP3D sudah banyak dikenal oleh kalangan instansi dan perusahaan. Karena memang UP3D ITS sendiri lebih mengutamakan kualitas dan ketepatan, sehingga banyak dipercaya menangani beberapa proyek.(Fn/han)

×