Ialah Siti Sholikah dan Sunanto, dua mahasiswa asal Jurusan Teknik Lingkungan, serta Dimas Satyo, mahasiswa Jurusan Teknik Sistem Perkapalan. Mereka berhasil menyisihkan 40 peserta lainnya hingga mencapai final melalui karyanya yang berjudul Wetland Furniture. Tim ini menciptakan furnitur lemari yang dianyam dari eceng gondok. Bahkan, produk lemari tersebut dilengkapi keranjang dan anyaman laci dengan berbagai model dan ukuran.
Mengangkat tema Sociopreneur, karya yang mereka ciptakan bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam merealisasikan program, ketiga mahasiswa tersebut mendatangi sebuah desa di Mojokerto, yang bernama Desa Bandung, Kecamatan Gedeg. "Penghasilan pengrajin di sana rata-rata Rp 10 ribu per hari, dengan Wetland Furniture naik menjadi Rp 70 ribu per hari," ungkap Siti Solikhah.
Dengan melihat angka tersebut, mahasiswi yang akrab dispa Solikhah itu berharap, produknya dapat diaplikasikan di Desa Bandung dan berlanjut higga tahun-tahun medatang. "Selain membantu meningkatkan perekonomian, Wetland Furniture ini juga dapat meningkatkan semangat berwirausaha masyarakat setempat." ujarnya.
Solikhah yang memiliki jiwa berwirausaha berharap, akan muncul banyak pengusaha-pengusaha muda di negeri ini. Apalagi menurutnya, sebentar lagi Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). "Selagi masih muda, tetaplah semangat mencari prestasi untuk negeri," pesannya dengan semangat membara. (n7/mis)