Menurut Indah Trisnawati DT Ssi Msi Phd, salah satu panitia Dies Natalis ITS yang juga dosen Biologi ITS, Program Hijau Kampus ITS nantinya akan menegaskan komitmen tiap sivitas untuk aktif berperan dalam program penghijauan kampus yang juga termasuk dalam kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota Surabaya.
“Sebagai tahap awal, Kamis nanti akan ada penanaman seribu mangrove sebagai penegasan komitmen awal sivitas ITS terhadap program ini,†jelas Indah. Acara tanam mangrove semu ini, lanjutnya, akan dilaksanakan di sebelah barat asrama ITS. Saat ini, area barat asrama tersebut telah dibagi menjadi tujuh plot yang setiap plot akan ditanam oleh tiap fakultas yang ada di ITS.
Tak hanya sebatas acara tanam mangrove, program Hijau Hutan Kampus ITS ini akan berlanjut hingga tahap perawatan dan pengembangan. Pada tahap ini hutan kampus yang memiliki luas kurang lebih Lima belas hektar akan dibagi menjadi tiga zona yang memiliki fungsi yang berbeda.
“Zona tempat penanaman tersebut merupakan zona inti yang tak digunakan dan khusus untuk konservasi mangrove. Selain itu, masih ada zona penyangga dan zona pemanfaatan yang bisa digunakan sebagai areal pertanian warga dan areal pembibitan tanaman sekaligus area konservasi burung,†papar Indah yang juga merupakan ketua laboratorium Ekologi ini.
Untuk tahap perawatan, ITS akan bekerjasama dengan pihak dinas-dinas terkait atau mencari sponsorship.â€Selama ini, Hutan Kampus ITS terlihat seperti kurang perawatan. Selain itu, warga terkesan kurang teratur dalam membuka lahan untuk pertanian,†jelas Indah yang mengaku dapat banyak masukan dari mahasiswa Biologi ITS yang kerap melakukan monitoring di sekitar hutan kampus.
Padahal, apabila manajemen pengelolaan hutan kampus ini berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin ITS akan mendapat banyak manfaat. “Selain sebagai tempat resevoir (resapan air, Red), hutan kampus juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat ekowisata, dan laboratorium alam, †tegas Indah.
Indah mengungkapkan, ITS tetap melibatkan warga petani hutan kampus pada program ini. “Program ini juga akan merangkul masyarakat sekitar ITS untuk berpartisipasi. Kamis nanti, juga akan ada program entrepreneurship lingkungan yang diperuntukan bagi warga seperti pelatihan pembuatan pupuk bokashi dari limbah organik serta pembuatan nata dari air cucian beras," pungkasnya. (yud/fay)