Lagi, ITS Raih Juara 1 LKTI

Published on
By

Ketika mengikuti lomba karya tulis tersebut, Putria dan tim mengusung karya berjudul Eco Aquator : Inovasi Water Harvester Menggunakan Kondensor Berbasis Thermoelectric Dengan Smart Solar Panel, Neon, UV Filter, dan Sistem Mineralisasi Sebagai Penghasil Air Minum.

Pada karya tulis tersebut, mereka bertujuan membuat alat yang mudah dan praktis untuk menghasilkan air minum melalui kondensor dan energi matahari disertai sistem mineralisasi.

Putria mengatakan secara sederhana karya tersebut akan menggunakan prinsip dari kondensasi. Yakni prinsip dimana kondensor berbasis termoelektrik akan mendapatkan sumber energi  foton yang ditangkap dari solar panel dan kemudian akan diubah menjadi energi listrik. Termoelektrik dalam hal ini merupakan semikonduktor p-n junction. "Dimana junction p adalah bagian yang panas, dan junction n adalah bagian yang dingin," terang mahasiswi Jurusan Teknik Fisika tersebut.

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa semakin besar perbedaan suhu maka akan menyebabkan semakin cepatnya proses kondensasi. Karena itu, lanjutnya, untuk memaksimalkan perbedaan suhu, seharusnya dapat ditambahkan hetasink atau kipas. Nantinya, akan dihasilkan cairan dari proses kondensasi tersebut. "Cairan murni tersebut merupakan air murni, maka perlu diberi mineral agar baik dikonsumsi oleh manusia," terang putria. Sebelumnya, air tersebut telah  melalui sistem filteralisasi oleh sinar ultraviolet untuk mensterilkan pathogen yang ada di dalamnya.

Dikatakannya, air yang dihasilkan oleh Eco Aquator  tersebut  dapat mencapai 8 liter per hari atau kurang lebih 1 liter per jam. "Hal ini dikarenakan kami memanfaatkan energi matahari pada pukul 04.00-08.00 dan 14.00-18.00 dimana kelembaban udara mencapai titik maksimal," tambah Putria.

Pun demikian, dalam perlombaan tersebut, 200 tim yang mendaftar diseleksi menjadi sepuluh tim yang kemudian maju menjadi finalis. Kesepuluh tim tersebut berasal dari ITS, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Adapun peserta lainnya berasal dari Universitas Negeri Sebelas Maret, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Brawijaya. Dari kesepuluh finalis tersebut, ITS keluar sebagai Juara pertama mengalahkan Undip  di tempat kedua serta UNY di posisi selanjutnya. (ven/man)

×