Penyebab mengapa mahasiswa ITS tidak banyak yang tertarik terhadap program Summer Camp diantaranya lantaran lebih banyak yang memilih Summer Camp di negara maju. Padahal, ada beragam program Summer Camp berbeasiswa yang diseleksi oleh IO. Anti Bunga Rizkiah, Staff IO menjelaskan dalam setiap program Summer Camp terdapat program beasiswa penuh dan beasiswa sebagian.
Untuk program beasiswa sebagian, mahasiswa yang mendapat program ini membayar hanya sebagian seperti tuition fee atau living cost dan accomodation saja. Untuk universitas yang menyediakan tuition fee alias biaya kredit per semester secara gratis, maka mahasiswa membayar sendiri biaya hidup dan akomodasinya menuju negara tujuan. Biasanya, mahasiswa kurang tertarik karena harus membayar lagi untuk biaya hidup dan akomodasinya. ”Padahal jika dirupiahkan tuition fee bisa mencapai 100 juta keatas” ungkap Bunga
Track record mahasiswa itu sendiri menjadi poin penilaian lebih, tidak peduli ia mahasiswa semester berapa di ITS. Sehingga mahasiswa semester 1 pun bisa mengikuti program Summer Camp ini. Ketika dirasa mahasiswa tersebut mempunyai track record yang bagus untuk membawa nama baik ITS di kancah Internasional.
Mahasiswa kurang mampu pun bisa mendapatkan beasiswa Summer Camp ini tergantung seberapa banyak prestasi yang dia punya. Ada berbagai cara untuk mendapatkan bantuan biaya. Bagian Kemahasiswaan pun cepat tanggap dalam menyalurkan bantuan tergantung seberapa cepat mahasiswa tersebut mengurusnya.
Sebagai bentuk promosi dari universitas negara tujuan yang menyediakan Summer Camp. Mahasiswa yang terlibat dalam Summer Camp akan mendapat manfaat seperti cultural exchange, social service dan sebagainya. Bunga menjelaskan bahwa sebagai bentuk timbal balik kepada ITS, mahasiswa yang pernah ikut program ini sewajibnya memberikan impact berupa mengajak mahasiswa lainnya untuk terlibat dalam internasionalisasi.
Bunga pun berharap mahasiswa ITS segera melibatkan diri dalam program internasionalisasi. Sebab, ASEAN Economic Community (AEC) 2015 akan segera dibuka. Terlebih kepada mahasiswa angkatan 2010 yang akan menghadapi arus global dalam bursa kerja. ”Persaingan kerja di 2015 nanti bukan dengan orang lokal saja melainkan orang asing juga” pungkasnya. (van/fin)