
Kampus ITS, ITS News — Alumni kebanggaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sekaligus Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) periode 2020-2024 ini berkunjung ke Kampus Pahlawan, Kamis (9/4). Pada kunjungan kali ini, Tri Rismaharini melakukan sejumlah peninjauan terhadap sistem drainase dan kualitas udara di lingkungan kampus ITS.
Peninjauan ini merupakan respons strategis atas genangan air yang sempat terjadi di beberapa titik kampus ITS pada musim penghujan lalu. Alumni Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) tersebut menekankan bahwa salah satu cara efektif dalam menanggulangi banjir adalah dengan optimalisasi penampungan air atau bozem yang sudah ada di kawasan kampus.
Risma menerangkan bahwa bozem merupakan kolam buatan yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air hujan dan limpasan air dari saluran drainase di sekitarnya. Infrastruktur ini dirancang untuk menahan kelebihan air agar tidak langsung membebani sistem drainase utama sehingga dapat mengurangi risiko genangan. “Mini bozem harus dimaksimalkan penggunaannya dan dilakukan penggalian lebih dalam agar lebih efektif,” ujarnya.
Selain menyoroti sistem drainase, mantan Wali Kota Surabaya ini juga meninjau kualitas udara di lingkungan kampus. Risma menyarankan ITS untuk menambah vegetasi dengan kemampuan serap karbon tinggi serta produksi oksigen yang optimal. Hal tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mendukung konsentrasi mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Sejalan dengan masukan yang diberikan, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD berencana memperbesar skala sistem pengolahan air limbah dan air hujan. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan keahlian dari sivitas akademik ITS, khususnya Departemen Teknik Lingkungan. “Diproyeksikan upaya ini dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh kampus, mengingat ITS sudah memiliki sistem pengolahan limbah yang cukup baik,” terang Bambang.
Selain itu, Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS ini menyambut baik masukan dari Risma terkait penambahan vegetasi. Bambang menilai langkah tersebut penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih sehat. Dirinya berharap kualitas kesehatan sivitas ITS dapat meningkat melalui keberadaan tanaman yang mampu menyerap karbon serta menghasilkan oksigen secara optimal.
Rencana perbaikan drainase dan penambahan vegetasi ini nantinya turut menggandeng Dinas Pekerjaan Umum Kota Surabaya dan sivitas akademika ITS lainnya. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengatasi permasalahan genangan di lingkungan kampus, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. (*)
Reporter: Syifa Rahmadina
Redaktur: Andra Eka Wijayanti