Pada awalnya pria kelahiran Surabaya yang akrab disapa Suko ini tidak berkeinginan untuk mengikuti lomba yang diadakan Dirjen Dikti. Namun Suko terus didorong oleh beberapa teman sekantornya di FTK. "Karena didorong oleh teman-teman dan pimpinan saya, maka saya mengajukan beberapa ide untuk dijadikan esai," tandas pria berkacamata ini.
Ide-ide tersebut dituangkan dalam makalah yang berjudul Karya Kreatif Penunjang Sistem Administrasi Akademik di Lingkungan ITS. Suko mengutarakan ide-ide tersebut didapatkannya dari pengalaman kerja di ITS. "Kurang lebih 20 tahun mengabdikan diri sebagai tenaga administrasi di ITS, saya mendapatkan beberapa ide untuk terus meningkatkan kualitas administrasi," ungkap Ayah dari Ananda Khibran Pramudyawan ini.
Lewat ide-ide cemerlang, Suko telah banyak mengubah berbagai layanan akademik di ITS. Salah satu ide kreatifnya yang cukup dirasakan hingga sekarang, yakni pendaftaran ulang secara online pada penerimaan mahasiswa baru ITS.
Dalam lomba yang diselenggarakan bulan lalu itu, Suko mengimplementasikan empat ide kreatifnya antara lain, membuat laporan per Semester dari bentuk buku ke bentuk digital, ide pendaftaran online, self service, dan semi online pada penerimaan program diploma tiga ITS. Kemudian ide pendaftaran ulang mahasiswa baru dengan self service, Kartu Tanda Mahasiswa Sementara (KTMS) langsung jadi, serta ide pelayanan one day service.
Suko menjelaskan beberapa ide yang dilombakannya tersebut didapatkan ketika Suko menjabat sebagai Kasubbag Registrasi dan Statistik BAAK-ITS. "Ketika itu idenya adalah pendaftaran ulang mahasiswa baru dengan layanan self sevice dan online. Pada awalnya banyak yang mengatakan ide ini tidaklah mungkin diimplementasikan," ujar pria yang dikenal memiliki etos kerja tinggi ini. Namun seiring berjalannya waktu dan atas kinerja bersama maka sistem itu mulai dirasakan dan dimanfaatkan hingga sekarang.
Keberlangsungan dari ide-ide Suko ini yang membuat para juri menobatkannya sebagai peraih juara kedua dalam kompetisi kualitas layanan akademik tenaga administrasi. "Sebab percuma saja kita membuat sesuatu, jika tidak memberikan manfaat dan manfaat itu tidak dapat terus dirasakan oleh kita semua," ujar pria yang berlatar belakang pendidikan Ilmu Administrasi Negara ini.
Suko menjelaskan dirinya memiliki banyak ide dan inovasi, namun semua itu masih belum bisa diimplementasikan. Ia berharap suatu saat ada sebuah layanan adminitrasi yang dapat mengatasi seluruh permasalahan administrasi ITS. "Sehingga pekerjaan dapat selesai dengan cepat dan mudah," ungkap Suko. Suko menambahkan bahwa masih banyak pelayanan publik yang belum memuaskan. Oleh sebab itu dirinya selalu menelurkan ide-ide kreatif untuk mengatasinya.
Keseharian pria yang santun dan bersahaja ini sekarang mulai disibukkan dengan mengurusi bidang akademik mahasiswa FTK. Bahkan ketika ditemui ITS Online, Suko berkali-kali mengucapkan maaf dikarenakan kesibukannya tersebut. Dalam bekerja Suko selalu berprinsip jika pekerjaan itu dilakukan dengan hati yang ikhlas maka kerja juga ibadah. "Dengan berprinsip seperti itulah saya selalu bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya sehari-hari," tutur Suami dari Tatik Sunarmi ini.
Upaya Suko untuk terus meningkatkan kinerjanya adalah dengan mencatat semua beban pekerjaan yang akan dilakukannya setiap harinya. "Selain itu saya juga berupaya untuk selalu datang ke kantor lebih pagi dari staf saya dan pulang paling terakhir," papar Suko. Semuanya ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang mudah, murah cepat, dan efisien.(fn/bah)