Kopassus Ajak Mahasiswa Ikuti Ekspedisi NKRI

Published on
By

Kolonel Infantri Sidharta Wisnu, Komandan Koordinator Lapangan Ekspedisi ini menjelaskan bahwa kegiatan Ekspedisi NKRI ini merupakan program tahunan Kopassus. Terdapat tiga pokok kegiatan ekspedisi yang akan dilaksanakan pada Februari hingga Juni mendatang. Tiga kegiatan tersebut yakni penjelajahan, penelitian dan pengabdian masyarakat. ”Melalui kegiatan ekspedisi ini, Saya berharap tak adalagi sebutan daerah terpencil dan terisolir bagi suatu daerah di Indonesia. Semuanya akan disusuri oleh anak bangsa,” tegas Sidharta.

Selain Sidharta, hadir pula Letnan Kolonel Infantri Yuri Elias Mamahi yang sekaligus menjadi Kepala Bagian Operasi Ekspedisi. Bagi mahasiswa, hanya boleh mendaftar pada kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. ”Kegiatan penjelajahan memang sengaja dikhususkan untuk militer,” terang Yuri. Selain itu, lanjut Yuri, kalian juga dapat melakukan registrasi online di www.ekspedisinkri.com sebelum 30 Desember mendatang.

Dalam pemaparannya, Yuri menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Masih banyak sumber daya alam maupun budaya Indonesia yang belum terekspose. ”Masak kita mau menunggu rombongan Om Raffles lagi untuk menemukan dan mencatat bunga-bunga langka Indonesia yang lain,” ucapnya kepada peserta sosialisasi yang diikuti dari berbagai perwakilan dosen dan mahasiswa perguruan tinggi seluruh Surabaya.

Tak hanya itu, banyak pembelajaran yang dapat diambil oleh mahasiswa melalui dua kegiatan tersebut. Pasalnya, hadirnya tim ahli dan peneliti dari Lembaga Ilmi Pengetahuan Indonseisa (LIPI) yang digandeng Kopassus akan membantu mahasiswa dalam mengamalkan ilmu mereka dilapangan. Entah membuat akses jalan, mencari dan menyediakan sumber air bersih atau bahkan hingga membangun infrasturktur pembangkit listrik.

Meskipun demikian, Yuri tak menampik bahwa peserta harus dapat melalui berbagai seleksi yang kompetitif. Mulai dari seleksi administrasi, tes psikologi  hingga tes wawancara. Bahkan tak berhenti disitu, peserta juga harus lolos tahap seleksi kesehatan, kesegaran jasmani dan juga renang. ”Tercatat, sebanyak 1181 peserta dalam ekspedisi Maluku dan Maluku Utara tahun lalu jumlah tersebut berasal dari kalangan masyarakat sipil, militer dan polisi,” pungkasnya.

Terlepas dari itu, Ayu Rahma Permatasari salah satu peserta Ekspedisi 2014 asal ITS mengaku bangga dapat mengikuti Ekspedisi di Maluku. Menurutnya, banyak pengalaman menarik dan tak terduga yang terjadi disana. ”Mulai dari kesehatan tradisonal yang masih memanfaatkan fungsi dukun, kualitas kehidupan yang tak sama hingga kisah kegigihan seorang siswa SD (Sekolah Dasar, red) yang rela menempuh satu setengah jam perjalanan untuk pergi ke sekolah,” kenangnya manis. (ao/fin)

×