Berbagai menu buka puasa yang berbeda setiap harinya disediakan panitia untuk mahasiswa atau pun warga setempat. Kobar yang diadakan tahun ini rencananya dilaksanakan mulai hari pertama berpuasa, hingga Rabu (15/8). Tiap harinya, ratusan bungkus nasi disediakan oleh panitia. ”Sampai saat ini kami bisa memesan hingga 700 sampai 800 bungkus per hari,” tutur Susi Yanuarsih, salah satu penanggung jawab Kobar.
Pembagian hidangan berbuka dibuat sedemikian rupa oleh panitia. Para jamaah yang ingin mengikuti acara ini diwajibkan untuk membentuk lingkaran-lingkaran kecil. Tiap lingkaran tersebut terdiri dari lima orang. ”Kami sengaja membuat lingkaran kelompok kecil agar semua bisa berbaur,” ujar mahasiswi Jurusan Matematika ini.
Tak hanya berbagi kepada orang-orang yang datang ke MII saja, Kobar juga membawa keberkahan tersendiri bagi warga sekitar ITS. Nasi bungkus yang dipesan untuk acara ini berasal dari ibu-ibu binaan Badan Pelayanan Umat (BPU JMMI) yang kebanyakan merupakan warga sekitar Kampus. ”Kami memesan nasi sebanyak 20 bungkus pada tiap ibu binaan. Jadi, kami memesan nasi tidak hanya kepada satu orang tapi dari banyak ibu-ibu binaan,” imbuh Susi.
Perjuangan Mempersiapkan Kobar
Mempersiapkan buka puasa bagi ratusan jamaah diakui Susi bukanlah perkara mudah. Banyak tantangan yang dihadapi oleh panitia. Salah satunya adalah memprediksi jumlah jamaah. Kadang kala jumlah nasi yang mereka pesan tidak sesuai dengan jumlah jamaah yang hadir.
Susi menceritakan bahwa pernah panitia memesan cukup banyak nasi karena ada kegiatan ESQ bagi mahasiswa baru. Ternyata perkiraan mereka meleset karena dalam acara tersebut telah disediakan menu berbuka. ”Akhirnya kami langsung membagikan nasi bungkus yang tersisa ke masyarakat di sekitar kampus,”ujarnya.
Suka duka panitia pun tidak hanya dirasakan saat menyiapkan makanan berbuka puasa saja. Kesulitan terasa saat panitia berkeliling untuk mencari dana Kobar sebelum bulan Ramadhan. ”Tapi Alhamdulillah, sampai sekarang ternyata banyak dosen serta karyawan ITS yang menyumbang untuk Kobar,” jelas Susi. (sha/izz)