KJI Jembatan Baja Berlangsung Tanpa ITS

Published on
By

Delapan tim yang masuk finalis KJI kategori Jembatan Baja yaitu Mahalael Madilog dari Universitas Indonesia, Saint Venant dari Institut Teknologi Bandung, Brogan dari Politeknik Negeri Jakarta, Civil Acier dari Universitas Brawijaya. Tak ketinggalan pula tim Jalak Harupat dari Intitut Teknologi Nasional  Bandung, tim Patih Jaka dari Politeknik Negeri Malang, tim Pasukan Dewa dari Politeknik Negeri Bandung, dan terakhir tim Satriayuga dari Universitas Jenderal Ahmad Yani.

Kedelapan tim tersebut bertarung untuk memperebutkan juara di salah satu kategori Jembatan Baja di KJI 2012. Tidak adanya wakil dari ITS memang cukup disayangkan. Hal itu lantaran proposal perancangan KJI kategori Jembatan Baja ITS masih belum memenuhi persyaratan. ITS sebenarnya mengirimkan wakil di semua kategori di lomba KJI-KBGI. ”Namun hanya KJI kategori Jembatan Kayu dan KBGI yang masuk finalis dan ikut perlombaan hari ini dan besok," ungkap Koordinator Liaison Officer Teknis, Mona Is Azizah.

Para finalis KJI kategori Jembatan Baja diberi waktu satu jam untuk persiapan perakitan jembatan. Persiapan ini diperlukan karena barang-barang yang akan digunakan untuk merakit jembatan baja juga banyak. Sedang untuk perakitan jembatan, finalis diberi waktu satu setengah jam.

Terdapat dua wasit dan satu juri yang mengawasi di setiap tim. Masing-masing tim harus membuat jembatan dengan ketentuan panjang maksimum lima meter, lebar maksimum satu meter, dan tinggi maksimum 50 centimeter. Baru kemudian dilakukan pengujian kekuatan jembatan.

Jembatan dinyatakan kuat jika mampu menahan beban sebesar 400 kg. "Dengan pengukur Lendutan LDVT nantinya akan terbaca di Data Logger, jumlah beban dan lendutan," terang Ir Djoko Irawan MS juri yang sekaligus dosen dari Teknik Sipil ITS.

Kalau lendutan LDVT sudah mencapai 7,5 mm padahal belum sampai 400 kg, maka jembatan dianggap collaps dan tidak boleh diteruskan dalam menerima beban. Jembatan yang mempunyai lendutan paling sedikit di seperembat dan pertengahan jembatan yang akan menjadi pemenang KJI kategori Jembatan Baja. (m3/fz)

×