Ketika Hacker ITS Beradu

Published on
By

Kompetisi ini disebut dengan white hacking. Berbeda dengan black hacking yang bertujuan untuk merusak demi keuntungan pribadi. White hacking justru mencoba menganalisis kelemahan sebuah sistem yang telah dibangun dengan tujuan perbaikan dan penyempurnaan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh  Dr Eng Febriliyan Samopa SKom Mkom usai melakukan penjurian ITS Hacking Competition 3. Setiap peserta ditantang mencari kekurangan dan bugs dalam software desain sistem ujian tulis SNMPTN yang telah dirancang oleh enam orang tim TIK SNMPTN 2012. ”Sebuah sistem tidak mungkin 100 persen aman, pasti ada celah yang luput dari perhatian programmer.” ungkap dosen yang akrab disapa Iyan ini.

Awalnya, 20 tim telah terdaftar sebagai peserta kompetisi ini, tapi yang hadir untuk presentasi hanya lima tim. Penyusutan jumlah peserta ini disebabkan karena 15 peserta lainnya gugur lantaran tidak mampu menemukan kelemahan sistem SNMPTN jalur ujian tulis.

Peserta harus menemukan kelemahan pada sistem tes tulis SNMPTN 2012 hanya dalam waktu tiga hari. ”Justru orang lain lebih jeli dalam menemukkan kelemahan desain sistem dibanding dengan pembuatnya sendiri,” tutur Iyan.

Selain Iyan, ada dua juri lain yang menilai hasil temuan para hacker tersebut, yaitu Prof Ir Arief Junaidi MSc PhD dan Ir Katjuk Astrowulan MSEE. Penilaian dilakukan berdasarkan kategori dan jumlah kelemahan sistem yang berhasil ditemukan oleh para peserta. ”Juri punya interval nilai satu hingga lima untuk penemuan yang masuk kategori urgent hingga yang kategori normal,” ungkap Ketua Jurusan Sistem Informasi ini.

Seharusnya ada tiga pemenang yang berhak mendapatkan gelar juara ITS Hacking Competition 3. Namun, juri memutuskan hanya dua tim yang berhak mendapatkannya.  Juara pertama diraih oleh tim dari Fathur Rohman A dengan  22 poin, dan juara kedua oleh tim dari Izzat Aulia A dengan 16 poin. ”Peserta lain nilainya di bawah 10, karena tidak memenuhi kriteria terpaksa hanya diambil dua juara,” terangnya.

Hasil temuan peserta hacking ini tidak akan berakhir begitu saja. Kelemahan sistem yang telah ditemukan oleh peserta akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan bagi tim TIK SNMPTN 2012 ujian tulis. Bahkan pemenang dari ITS Hacking Competition 3 ini juga dilibatkan menjadi pengawas Sistem Ujian Tulis SNMPTN 2012. ”Kami mengajak dua tim tersebut untuk memonitor ujian tulis SNMPTN 2012,” tutupnya. (anl/izz)

×