Mahasiswa Program Magister Departemen Biologi ITS Brilian Amanat Taqwa SPi sukses meraih juara pertama dalam kompetisi pengembangan inovasi AI skala nasional
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk budidaya udang di Indonesia. Prestasi pada Lomba Karya Generatif AI PartyRock AWS – AI Ideathon ini menjadi bukti kontribusi ITS dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan budidaya alam, khususnya dalam bidang perikanan.
Mahasiswa program magister (S2) Departemen Biologi ITS Brilian Amanat Taqwa SPi menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan ajang pengembangan inovasi AI yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang bekerja sama dengan Amazon Web Service (AWC). Kompetisi berfokus kepada lima bidang, yaitu ekonomi, pendidikan, pertanian, lingkungan, dan perikanan. “Pada kompetisi ini saya mengambil di bidang perikanan,” ucapnya.
Melalui kompetisi tersebut, Brilian membawakan inovasi AI yang bertajuk Aquaguard. Inovasi yang diusungnya ini memiliki fungsi untuk menjaga konsistensi produksi udang di Indonesia. “Ide ini muncul dari produksi udang di Lampung yang menurun sejak tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
Mahasiswa Program Magister Biologi ITS Brilian Amanat Taqwa PSi (dua dari kiri) saat menerima penghargaan juara oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (dua dari kanan)
Brilian menegaskan, penurunan udang ini terjadi akibat kurang tahunya pembudidaya dalam mengatasi permasalahan baik dari kualitas air tambak mereka atau kesehatan udang sendiri. Dalam hal ini, Aquaguard hadir sebagai solusi yang diberikan untuk membantu pembudidaya dalam mengatasi persoalan tambaknya. “Aquaguard ini sendiri nantinya akan menjadi panduan bagi pembudidaya untuk lebih meningkatkan kualitas tambaknya,” tutur Brilian.
Lebih lanjut, mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memaparkan, kecerdasan buatan yang dibawakan memiliki dua fitur yang berfungsi untuk mendeteksi kualitas air dan kesehatan udang yang dimiliki oleh pembudidaya. Cara kerja Aquaguard sendiri yaitu, pembudidaya lebih dulu memasukkan kondisi air dan kesehatan udang di kecerdasan buatan ini, setelah itu Aquaguard akan memberikan arahan dan solusi untuk pembudidaya.
Kompetisi yang berlangsung sejak bulan Oktober 2025 tersebut, membuat mahasiswa kelahiran Banyumas ini kewalahan. Pasalnya, ia tidak mahir dalam membuat program untuk AI. Tetapi hal tersebut bukanlah sebuah halangan baginya untuk meraih peringkat pertama dalam ajang inovasi AI ini. “Kerja keras dan semangat menjadi pendorong saya untuk meraih posisi pertama di kompetisi ini,” ucapnya dengan bangga.
Brilian Amanat Taqwa saat mempresentasikan inovasi Aquaguard di hadapan para juri
Ke depannya, ia akan mengembangkan inovasi AI ini menjadi sebuah aplikasi yang dapat diakses oleh banyak orang. Tak hanya itu, ia pun menuturkan bahwa Aquaguard nantinya tidak hanya berfokus kepada budidaya udang tetapi juga budidaya perikanan lainnya. “Saya harap ide ini akan dilirik oleh pemerintah dan menjadi bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya penuh harap.
Inovasi ini turut membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yakni Pendidikan Berkualitas sebagai upaya untuk mendorong pendidikan yang bermutu di tanah air. Selain itu, juga poin ke-9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur sebagai suatu inovasi di bidang teknologi. “Saya berharap kerja keras saya dapat menjadi motivasi untuk mahasiswa ITS lainnya,” tegasnya menyemangati. (HUMAS ITS)
Reporter: Muhammad Rafi Ardiansyah
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus meneguhkan komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi


