
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Institute, sebuah pusat studi kebijakan industri yang membantu meningkatkan potensi BUMD. ITS mengambil langkah inisiatif ini sebagai bentuk kontribusi dalam mengembangkan perekonomian daerah di Indonesia.
Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng menjelaskan, BUMD Institute diinisiasi oleh dua badan di ITS. Kedua badan tersebut adalah PSPI-KP dan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS. Tujuannya adalah untuk memberikan pengembangan kepada BUMD berbasis potensi yang ada pada masing-masing badan usaha.
Lebih lanjut, Arman menerangkan, BUMD Institute akan memperkuat posisi BUMD sebagai jembatan antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Skema ini diharap dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan antara BUMN, BUMD, dan BUMDes,” tutur dosen yang ahli di bidang manajemen strategi tersebut.
Nantinya, BUMD yang tergabung dalam BUMD Institute akan diberikan sebuah rekomendasi strategi yang dikemas dalam bentuk pelatihan, konsultasi, atau restrukturisasi. “Rekomendasi tersebut dapat membantu memaksimalkan potensi BUMD dalam meningkatkan perekonomian daerah,” beber Arman.

Arman kemudian menjelaskan bahwa BUMD Institute akan diresmikan di Galeri Riset Inovasi dan Teknologi ITS pada Kamis (27/4) mendatang. Agenda tersebut, paparnya, akan turut dihadiri oleh beberapa pihak dari pemerintah pusat maupun daerah. Tidak hanya peresmian, di waktu yang sama juga akan ada penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa daerah yang akan dijadikan role model dalam pengelolaan BUMD Institute.
Selain itu, agenda peresmian BUMD Institute juga akan dimeriahkan dengan pameran berbagai produk. Pameran tersebut akan diisi oleh produk unggulan hasil pengabdian masyarakat ITS dan produk Teknologi Tepat Guna (TTG) yang ada di daerah-daerah di Indonesia. Kedepannya, ITS juga akan berkolaborasi dengan partner Internasional untuk dapat memberikan peluang investasi di BUMD. (*)
Reporter: Ahmad Farhan Alghifari
Redaktur: Muhammad Fadhil Alfaruqi