Ke Taiwan, Marvin Belajar Sekaligus Berlibur

Published on
By

”Disamping pembelajaran courses bertemakan Green Energy, kami yang berasal dari berbagai negara di dunia ini juga belajar sedikit mengenai bahasa mandarin,” papar Marvin.  Meski demikian, mahasiswa angkatan 2012 ini mengaku paling tertarik dengan course mengenai biohidrogen.

Ia menjelaskan mendapatkan sumber energi yang bersih dan efisien seperti hidrogen menjadi salah satu  ambisi FCU dalam melakukan riset. Selain bersifat ramah lingkungan, hydrogen juga memiliki kandungan energi tertinggi dan merupakan bahan bakar yang tidak terikat secara kimia dengan karbon.  Bahkan, gas yang dikenal dengan istilah biohidrogen ini dapat diproduksi dengan dua cara, yaitu fotobiologis dan fotofermentasi.

Selain itu, berbagai jenis mikroorganisme sering digunakan dalam proses produksinya, seperti bakteri fotosintetik dan sianobakteria. Menurutnya, bakteri tersebut dapat menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen. ”FCU cukup fokus pada riset biohidrogen, dengan mengolah limbah pabrik menjadi hidrogen sehingga bisa langsung digunakan di dunia industri,” jelasnya.

Pun demikian, ia mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa riset-riset yang dilakukan oleh universitas di Taiwan dapat langsung diaplikasikan di dunia industri. ”Antara kampus dan industri sangat terintegrasi dan berkesinambungan, berbeda dengan disini (Indonesia, red),” tuturnya. Ia bercerita, bahwa tak jarang universitas di Taiwan memiliki pabrik sendiri, FCU salah satunya.

Dengan semangat internasionalisasi, Marvin akhirnya berhasil  terpilih bersama satu mahasiswa lainnya untuk menjadi partisipan pada program ini. ”Saya cukup serius menggarap motivation letter yang disyaratkan, bahkan sampai sebulan lamanya,” ujar Marvin menceritakan persiapannya.

Di akhir, Marvin juga tak lupa mengajak mahasiswa ITS untuk lebih serius lagi dalam mempelajari bahasa Inggris dan percaya diri untuk tampil di atmosfer internasional. ”Dengan membuka wawasan dan mencari pengalaman baru, saya berharap hal ini bisa menginspirasi orang lain. Jangan takut ke luar negeri, ketika di luar negeri juga jangan hanya bergaul dengan orang-orang yang satu rumpun saja,” tegas Marvin. (imb/man)

×