Karyawan ITS Ikuti Simulasi Pemadam Kebakaran

Published on
By

Setelah mendapatkan pemaparan singkat terkait cara dan alat penanggulangan kebakaran, peserta pelatihan yang terdiri dari semua unit kerja di ITS ini diberikan simulasi. Tujuannya, peserta paham benar dengan alat dan cara menggunakannya. Sekedar teori memang akan berdampak berbeda bila tak diimbangi dengan simulasi.

Muhammad Murdin SPd, salah seorang instruktur dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kebakaran kota Surabaya menjelaskan kembali alat-alat pemadam kebakaran. Dimulai dari alat pemadam berisi karbondioksida. Bentuk tabungnya serupa dengan yang lain. Namun, yang membedakan adalah ujung selangnya memiliki bentuk seperti corong.

”Ini menggunakan dry powder,” tutur Murdin sembari menunjukkan model alat pemadamnya beserta selangnya. Untuk alat ini, bentuk selang pemancar lurus seperti pada umumnya. Satu lagi, alat pemadam berisikan busa kimia. Bentuk tabungnya lebih besar dibanding yang lain. Dijelaskan Murdin, cara menggunakan ketiganya sama yakni dipegang dibagian ujung selang.

Selain cara memegang dengan tangan, Murdin juga mempraktekkan posisi tubuh. ”Kaki harus kuda-kuda,” tuturnya. Sedangkan antara kaki pemadam pertama dan kedua harus bersentuhan. Ketika pemadam yang memegang selang utama akan capek dan harus digantikan, prosesnya pun tak boleh sembarangan. Pemadam yang berada tepat dibelakangnya lah yang harus maju ke depan, tetap dalam posisi kuda-kuda, dan langsung mengambil alih selang utama.

Setelah peserta pelatihan paham dengan alat pemadam, Murdin menjelaskan perihal selang untuk alat pemadam menggunakan hydrant. Selang tersebut memiliki dua jenis yakni selang dengan ukuran satu setengah inci untuk dalam gedung dan dua setengah inci untuk posisi luar gedung. Tak ketinggalan, cara pelipatan selang pun turut dijelaskan lebih detail. ”Ujung selang satu dan lainnya harus berjarak enam puluh sentimeter,” paparnya.

Usai pemaparan panjang  tersebut, simulasi memadamkan api dengan alat pemadam ringan pun dimulai. Tiap dua orang diminta mencoba dengan alat yang berbeda. Abbas, salah satu karyawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) pun terlihat semangat mengikuti simulasi ini. ”Caranya mudah kok. Saya pun sudah terbiasa menggunakan terutama tangki berisi powder,” jelasnya sembari terengah-engah setelah lari dari lapangan.

Lain lagi dengan Fuad Muhammad, anggota Satuan Keamanan Kampus (SKK) ini lebih tertarik mengikuti simulasi dengan hydrant. Bersama empat teman peserta lain, ia juga tak kalah bersemangat mengaplikasikan pemaparan sang instruktur. ”Simulasi ini penting. Saya jadi tahu cara menggunakannya dengan benar,” ujar SKK yang biasa bekerja di lingkungan gedung Rektorat tersebut. (esy/rik)

×