Leonika Sari N B, ketua proyek ReBlood mengisahkan asal mula karyanya ini dituangkan dalam tugas akhirnya dalam cakupan kecil. Dibantu oleh timnya yang juga mahasiswa JSI, akhirnya aplikasi ReBlood dikembangkan dan sudah beroperasi sejak beberapa bulan silam dalam kegiatan donor darah di Surabaya.
Wanita yang akrab disapa Leo ini mengatakan programnya berhasil launching seiring digelarnya kegiatan donor darah di kampus-kampus kota pahlawan. Pasalnya, aplikasi ini diyakini berguna membantu masyarakat merutinkan aktivitas donor darah. "Tak perlu mencari-cari informasi lagi, dengan hanya membuka link www.reblood.com, daftar agenda donor darah di Kota Surabaya otomatis disajikan disitu," ucap mahasiswi asal Surabaya.
Selain menarik animo masyarakat, dengan terdaftar menjadi anggota ReBlood, maka aplikasi ini akan selalu menginformasikan rutinitas sehat untuk calon pendonor. Apalagi jika melihat pola hidup masyarakat terutama mahasiswa yang kurang sehat, sehingga banyak mahasiswa yang tidak lolos donor darah. ”Juga masalah lain pun datang, ketika pendonor selesai mendonorkan darah dan pingsan di tempat,” jelasnya meyakinkan program besutannya.
Hanya dengan menerapkan fitur sms gateway, anggota ReBlood akan selalu diingatkan demi hidup sehat sebelum melakukan donor darah. Ia juga menerangkan aplikasi tersebut akan menjadi pengingat hal layaknya seorang ‘pacar’. "Dengan tergabung menjadi anggota ReBlood, sebelum donor akan selalu diingatkan untuk prepare seperti tidur yang cukup dan sarapan sehat, seperti ‘pacar’ saja," ungkap mahasiswi cantik angkatan 2011 ini.
Tak hanya itu, dikatakannya dengan menyeponsori kegiatan ITS yang tak disangka membludak dipadati mahasiswa, ReBlood pun berkesempatan besar dikenal di kampus ini. Pendonor dalam acara donor darah Dies Natalis ITS diminta mengisi formulir sebagai informasi untuk menjadi anggota ReBlood. ”Para pendonor otomatis tergabung menjadi anggota ReBlood dan siap untuk menerima informasi agenda donor darah dan pengingat pola hidup sehat,” tutupnya. (riz/man)