Saat bercengkerama bersama di taman ITS, pernahkah Anda memperhatikan burung kecil mencari nektar dan meloncat-loncat diantara dahan-dahan Angsana (Pterocarpus indicus), bisa jadi itu adalah Nectarina jugularis atau yang biasa dikenal sebagai burung Madu Sriganti. Atau mungkin saat mengitari lahan basah di dekat perumahan dosen Anda sempat melihat burung putih besar dengan santai mengaduk-aduk tanah basah, bisa jadi itu adalah burung Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis). Kedua burung itu adalah species langka dalam skala global dan termasuk burung yang dilindungi oleh pemerintah melalui PP No. 7 Tahun 1999.
Sebenarnya ada tujuh spesies lain burung langka yang menjadikan ITS sebagai habitatnya. Termasuk diantaranya Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Cekakak Sungai (Todirhampus chloris), dan Alap-alap Sapi (Falco mollucensis). Burung-burung itu hidup bersama 52 spesies lain di ITS. â€Dari jumlah itu 36 spesies burung di ITS adalah spesies langka dalam skala global,†ujar Agus Satriyono, seorang pengurus Pecuk.
Burung-burung ini ada karena ITS adalah salah satu lahan di kawasan pantai utara Surabaya yang memiliki hutan. â€Habitatnya yang basah (wetland) dan rimbun mengundang banyak burung untuk membangun habitat,†ujar Agus. Burung-burung yang ada di ITS kebanyakan dari famili Ardeidae dan Alcedinidae yang sangat tergantung pada lahan basah.
Spot surga burung yang ada di ITS antara lain adalah stadion ITS dan kampus Politeknik. Dua tempat itu sering disinggahi pecinta burung liar untuk melakukan pengamatan (bird watching). Jumlah itu bertambah saat pergantian musim, banyak burung migran yang menjadikan ITS sebagai tempat persinggahan.
Hanya saja, pembalakan hutan kampus akibat pembangunan mejadi ancaman keberlangsungan hewan-hewan cantik ini. Dari tahun 2004 hingga saat ini jumlah spesies burung yang ada semakin sedikit. â€Mungkin mereka pindah mencari tempat baru, karena hutan kampus di ITS banyak yang hilang,†ungkap Agus.
Agus berharap suatu saat ITS ditetapkan sebagai Kampus Hijau dan tempat konservasi burung liar. Selain menjadi ITS sebagai laboratorium alam hal ini akan menjadikan daya tarik wisata Kota Surabaya yang memiliki semboyan Green and Clean. â€Semoga banyak pihak yang mendukung untuk mewujudkan impian ini,†ujar Agus. (ap/han)