Setelah kegiatan mentoring semester ganjil selesai. Selama dua hari, mulai Kamis (31/12) BPM JMMI ITS mengadakan acara malam bina iman dan taqwa (mabit) dan outbond. Acara ini bertujuan sebagai acara perpisahan antara pembina mentoring dengan peserta mentoring semester ganjil serta mengawali mentoring lanjutan semester depan.
“Selain sebagai acara perpisahan, acara ini juga diharapkan sebagai forum awal untuk mentoring lanjutan semester depan,†ungkap Adi Kurniawan Yasim, selaku Kepala Departemen Syiar dan Keumatan JMMI ITS.
Outbond sendiri dimulai Jumat (1/1) pagi pukul 5.30. Untuk peserta laki-laki dibagi menjadi empat kelompok untuk saling berkompetisi dalam permainan outbond. Ada empat macam permainan pada outbond kali ini yaitu, dragon of fire, tarik tambang, balon kempit dan lomba ambil bendera JMMI. Setiap permainan ini mempunyai makna dan pesan yang tersimpan di dalamnya.
Makna yang utama pada permainan tersebut meliputi, kepemimpinan yang terlihat pada dragon of fire, kerjasama tim dan tujuan yang jelas pada permainan ballon kempit dan lomba ambil bendera JMMI serta pentingnya kekeutan fisik dalam pribadi seorang muslim yang terlihat pada tarik tambang.
“Dalam permainan pada outbond ini terdapat pesan-pesan tersembunyi. Seperti kepemimpinan, tujuan yang jelas, kerjasama tim dan pentingnya kekuatan fisik,†ungkap mahasiswa yang biasa di panggil Adi ini.
Pada malam sebelumnya (31/12), peserta outbond telah menginap di Masjid Manarul Ilmi untuk mengikuti acara mabit dan melaksanakan sholat malam bersama-sama. Selain itu juga diadakan sebuah kajian mengenai makna dzikir dan tilawah yang diisi ustadz Baitun Ma’nun yang juga sebagai imam Masjid Manarul Ilmi
Muhammad Mifta Hasan, salah seorang peserta mabit dan outbond mengaku mendapatakan sesuatu yang bermanfaat dari acara outbond dan mabit ini. “Alhamdulillah acaranya sangat bermanfaat, saya bisa mendapatkan ilmu, teman dan pengalaman baru pada acara ini,†ujar mahasiswa Fisika angkatan 2009 ini.
Selain itu acara yang bertepatan dengan tahun baru masehi ini diharapkan mempunyai makna tersendiri dalam merayakan tahun baru.
"Kalau biasanya tahun baru kita rayakan dengan berhura-hura, semoga acara ini bisa menjadi langkah awal untuk merayakan tahun baru dengan sesuatau yang lebih bermakna dan bermafaat," ujar Adi yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Dakwah Jurusan Fisika ini. (m11/yud)