Banyak karya tulis, penelitian ilmiah, penemuan baru, dan karya lain yang sangat berguna bagi masyarakat. Namun, beberapa kendala menghambat proses transformasi informasi ini. Salah satunya, belum adanya media komunikasi yang menghubungkan ITS sebagai pusat pendidikan tinggi dengan masyarakat sekitarnya secara cepat dan murah. Minimnya media komunikasi ini membuat kesenjangan hubungan antara ITS dengan masyarakat di sekitar kampus. Berangkat dari kondisi tersebut, UPT Multimedia Center (MMC) ITS berinisiatif membuat pemancar radio komunitas kampus ITS. Radio ini diberi nama Jendela Kampus dan mengudara pada frekuensi 107,3 FM.
Ditemui diruang kerjanya, Jumat pagi (3/3), Dr Widya Utama, ketua Multimedia Center, mengatakan tujuan utama radio ini adalah melayani kebutuhan dan produk ITS. “Sasaran utama kita masyarakat kampus, tapi tidak hanya untuk kepentingan intern saja, juga sebagai penghubung dengan masyarakat sekitar,” tandas dosen jurusan Fisika MIPA ITS ini.
Sementara itu, Agung Syaikirul, director programming Jendela Kampus, menjelaskan secara detail kepada ITSOnline tentang radio baru ini. Menurut Agung, ada beberapa alasan memilih media radio sebagai transformasi komunikasi antar elemen kampus dengan masyarakat. “Ini karena radio memiliki kelebihan,” kata alumni Poltek Perkapalan ITS angkatan 1999 ini.
Pertama, lanjut Agung, radio mempunyai jumlah konsumen yang besar. “Hampir setiap rumah memiliki radio,” imbuhnya. Ini berarti, informasi dapat diterima oleh kalangan menengah ke bawah. Selanjutnya, jangkauan operasi radio cukup luas, sehingga pendengar mudah untuk mengakses informasi. Jendela Kampus sendiri yang berada pada frekuensi 107,3 FM mempunyai radius jangkauan 2.5 kilometer. “Selain itu, biaya operasionalnya sangat murah. Kita hanya buat tape recorder dan antena pun sudah jadi,” tandas mahasiswa jurusan Teknik Sistem Perkapalan angkatan 2005 ini.
Agung pun mengatakan, dengan jarak radius yang terbatas, maka sasaran radio kampus ini selain civitas ademica (dosen, mahasiswa dan karyawan) ITS juga masyarakat di sekitar ITS. “Perlu ditegaskan pula radio ini merupakan lembaga independensi yang menjembatani antara rektorat dengan mahasiswa, jadi kami sebagai filter aja, bukan corong rektorat atau mahasiswa saja,” paparnya lagi.
Rencananya, jelas kepala sub bagian siaran multimedia ini, antara 1 Maret hingga 30 April 2006, radio kampus ini akan melakukan simulasi siaran awal. “Kami akan siaran selama satu jam perhari, seminggu dua kali tiap hari Selasa dan Kamis. Terus terang kami masih dalam tahap ujicoba, sehingga masih mengedepankan contains-nya bukan kuantitas siaran,” kata Agung. Selanjutnya, pada 1 Mei hingga 30 Juni 2006, lama mengudara radio akan dikembangkan menjadi 2 jam perhari, pada hari yang sama pula. Siaran langsung berupa berita-berita terbaru dan interaksi dengan pendengar selama 30 menit.
Sementara ini, imbuh Agung, ada dua jenis program acara yang ditawarkan. “Selasa, antara jam 12 hingga jam satu siang, programnya Technology Corner,” katanya. Technology Corner berisi produk teknologi yang dimiliki oleh ITS dan teknologi baru yang diberitakan di media massa. “Proporsinya, untuk ITS 50 persen dan separuhnya informasi luar ITS,” jelasnya. Sedangkan Rabu, pada jam yang sama, akan diisi program Wonderful Campus yang berkaitan dengan kejadian hangat di seputar kampus ITS dan acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA), jurusan, BEM ataupun Rektorat.
“Program Technology Corner dipilih sesuai dengan fungsi utama ITS sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pada teknologi. Sementara program acara Wonderful Campus diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dan kepedulian antar warga ITS,” pungkas Agung. Soft launching radio dilakukan pada Jumat pagi (3/3), dan dibuka oleh rektor ITS.(th@/rin)