Jalan Baru ITS, Semakin Panjang Namun Sesuai Master Plan

Published on
By

Sofyan mengungkapkan, pembangunan jalan lingkar utara sudah sesuai master plan ITS. “Jalan baru itu sudah sesuai master plan, malah jalan lama (jalan disamping Jurusan Teknik Material, red) itu kalau dilihat di master plan tidak ada,”  katanya. Ia melanjutkan, kalau sesuai master plan gedung yang akan dibangun di samping jurusan Teknik material adalah gedung Teknik Industri (TI), dan memotong jalan lama.

“Inikan ibarat menunda kesenangan sesat untuk kemajuan yang akan datang. Kalau kita menuruti kenyamanan, yang terjadi nanti kepincangan ” ucap dosen jurusan Teknik Sipil FTSP ini. Lebih lanjut dia menyebutkan, menurut rencana, pembangunan gedung Teknik Industri akan dimulai pada tahun 2011. Namun hingga saat ini, pembangunan belum dilakukan karena ada beberapa kendala dari pihak jurusan TI sendiri.

Bukan hanya itu, selain pembangunan jurusan Teknik Industri, pembangunan beberapa fasilitas akademik akan dilakukan pada lahan yang saat ini kosong tersebut. Diantaranya, tempat parkir bersama Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan gedung salah satu jurusan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK).

Selain itu, untuk mempermudah penggunaan jalan lingkar utara. ITS bersama PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) akan memindah gardu listrik yang berada didepan jurusan Teknik Material ke samping jurusan Teknik Material. “ITS sudah membuatkan tempat, kita tinggal menunggu PLN saja,” terang pria kelahiran 31 Mei 1947 ini.

Ditanya biaya untuk membangun jalan yang mempunya panjang lebih dari satu kilometer ini, Sofyan mengatakan, pembangunan jalan itu menelan biaya Rp 1 Milyar lebih. “Pastinya saya lupa, Rp 1 Milyar lebih lah. Kita dapat dari dana APBN (Anggaran Penerimaan Belanjan Negara, red),” tegasnya.

Diakhir wawancara, pria murah senyum ini menanggapi sopan satun civitas ITS dalam menggunakan jalan umum. Ia mengatakan, sebagian besar civitas ITS terutama mahasiswa kurang santun dalam berkendaraan. “Kalaupun ada cuma sedikit, kita mulai dari diri kita, bersepedalah yang santun supaya tidak sampai merugikan diri sendiri dan orang disekitar kita,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa jurusan Desain Produk ITS yang tidak mau ditulisakan namanya menyebutkan, perjalanan menuju jurusannya semakin jauh dan membuatnya malas. “Tambah jauh, namun saya tidak tahu kenapa kok dibuat seperti itu,” cetusnya. (rik/hoe)

×