ITS Tambah Satu Jalur PMDK Lagi

Published on
By

Penambahan ini kata Rektor ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, Jumat (2/2) siang, berkait dengan upaya untuk menyempurnakan skema yang ditawarkan ITS kepada lulusan SMA untuk bisa diterima di ITS. “Dengan lima program PMDK ini, maka kini pilihan lulusan SMA untuk bisa diterima di ITS lebih banyak dan membuka peluang serta kesempatan bagi siapa saja untuk bisa bersaing secara lebih terbuka. Empat PMDK sebelumnya, membatasi pada jurusan yang dipilih atau siswa yang ingin ikut, sedang pada PMDK Mandiri, diberi kebebasan baik jurusan yang dipilih maupun siswa yang akan ikut,” katanya.

Dikatakan Nuh, dibukanya PMDK Mandiri ini terkait dengan hasil evaluasi program PMDK sebelumnya yang sesungguhnya hasilnya telah teruji, serta memungkinkan untuk membuka PMDK Mandiri. “Perlu diketahui, meski ITS menambah program PMDK, tapi komposisi kursi yang disediakan tidak berubah dibanding tahun lalu. Kami menyediakan kursi untuk kelima PMDK itu 30 sampai 40 persen dari total daya tampung,” ungkapnya.

Sementara dihubungi terpisah, Pembantu Rektor I ITS, Prof Noor Endah MSc, PhD, mengatakan bahwa formulir dan undangan kepada SMA dan mitra kerja ITS untuk empat program PMDK sebelumnya sudah mulai disebar. Batas akhir pendaftaran untuk jalur ini ditutup hingga 27 April sedang pengumuman dilakukan 31 Mei 2007. ”Sedang untuk PMDK Mandiri kami baru akan membuka pendaftarannya pertengahan Februari 2007, dengan jadwal pengumuman diterima-tidaknya sampai pada 31 Mei 2007,” katanya.

Diungkapkan Noor Endah, dari pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur PMDK terus bertambah meski prosentase jatah penerimaan tetap berkisar antara 30-40 persen dari daya tampung keseluruhan mahasiswa ITS. “Tahun ini dengan bertambahnya satu jalur PMDK lagi kami berharap jumlah peminatnya terus bertambah karena formulir yang disiapkan gratis dan bisa di-download melalui website,” katanya.

Dijelaskan Noor Endah, kini ITS memiliki lima jalur PMDK masing-masing PMDK Reguler, Kemitraan, Berprestasi, Berbeasiswa, dan PMDK Mandiri.

Apa yang membedakan kelima jalur PMDK itu? Noor Endah menjelaskan bahwa PMDK Reguler diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik menonjol, dan saat ini tercatat duduk dibangku kelas III dengan prestasi di sepuluh besar kelas.

“Sedang PMDK Kemitraan ditujukan bagi siswa SMA luar Jawa, dimana Pemprop, Pemkot atau Pemkab-nya telah menjalin kerja sama dengan ITS. Selain itu dengan instansi yang juga telah menjalin kerja sama atau kemitraan,” katanya.

Khusus program PMDK Kemitraan dengan siswa luar Jawa, katanya menjelaskan, ITS telah membuat kebijakan keberpihakan dengan tujuan agar pemerataan pendidikan terjadi pemerataan. “Ini penting, mengingat jika tetap menggunakan standar yang selama ini digunakan ITS, maka tidak akan banyak mahasiswa ITS yang berasal dari luar Jawa. Kenapa? Karena hasil pendidikan di bangku SMA yang tidak merata antara siswa yang berada di Jawa dengan di luar Jawa,” katanya.

Dua program lainnya yakni PMDK Berbeasiswa dan PMDK Prestasi. Program PMDK Berbeasiswa itu dibuka ITS untuk menampung mereka yang memang memiliki kemampuan lebih secara akademik tapi tidak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah. “Untuk Program PMDK Berbeasiswa ini kami menyiapkan 50 kursi, mereka akan dibebaskan uang sumbangan pengembangan institusi (SPI, Red) dan SPP selama lima tahun, terbuka untuk semua jurusan yang ada di ITS,” katanya.

PMDK Prestasi, diperuntukkan bagi para lulusan SMA yang memang memiliki berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional, baik di bidang pendidikan maupun olahraga. Sedang PMDK Mandiri, terbuka untuk umum dan bisa pula diikuti oleh lulusan SMA tahun sebelumnya.

“Ada tiga tujuan yang hendak dicapai ITS dengan membuka jalur PMDK ini, pertama, menjaring calon mahasiswa yang berkualitas, kedua, meningkatkan access and equity atau kesamaan dan kesempatan, serta kerjasama, dan ketiga, memberikan kesempatan studi bagi calon mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik tetapi tidak mempunyai kemampuan ekonomi,” pungkas Noor Endah. (Humas/ftr)

×