Acara ini turut menghadirkan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan anggota riset dari Laboratorium Komputasi dan Pemodelan Program Studi Perencanaan Wilayah Kota (PWK ITS). ”Kami telah menyelesaikan peta rawan bencana pada 33 provinsi di Indonesia. Saat ini, peta itu mulai dijabarkan menjadi peta rawan bencana di tingkat kabupaten dan kota,” kata Ir Sugeng Triutomo DESS , Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB).
Dalam paparannya, Sugeng menjelaskan bahwa peta rawan bencana itu penting untuk membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana tersebut. Dengan begitu, antisipasi dapat dilakukan tanpa menunggu bencana datang dulu.
Sementara itu, pembicara lain Dr Amien Widodo MS dari PSKBPI ITS menginformasikan mengenai rencana pemerintah pada tahun 2013 untuk membangun sejumlah bangunan shelter. Bangunan ini berfungsi untuk menampung para korban bencana tsunami secara serentak di sejumlah wilayah. ”Di Provinsi Jawa Timur akan dibangun empat shelter yang tersebar di pesisir pantai selatan,” ungkapnya.
ITS siap bekerjasama dengan kabupaten atau kota di Jawa Timur untuk membuat peta resiko bencana. Menurut Adjie Pamungkas ST MEng PhD, ITS mempunyai kapasitas yang memadai dari segi ilmu dan teknis untuk kerjasama dengan instansi pemerintahan.
”Kita menjembatani pemerintah dan akademisi untuk bekerjasama,” ungkap Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS itu. Ia menambahkan bahwa ITS mempunyai suatu metode untuk pembuatan peta resiko bencana yaitu menggunakan metode participatory mapping. Metode pembuatan peta ini dilakukan dengan pengumpulan data bersama masyarakat untuk menentukan delineasi ancaman berdasarkan pengalaman bencana terdahulu.(ady/izz)