ITS Serukan Sinergi Tridharma PTN sebagai Katalisator Pembangunan

Published on
Rektor ITS Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD (tengah) bersama dengan rektor Perguruan Tinggi Negeri Jawa Timur dalam acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja Paguyuban Rektor se-Jawa Timur 2025
Rektor ITS Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD (tengah) bersama dengan rektor Perguruan Tinggi Negeri Jawa Timur dalam acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja Paguyuban Rektor se-Jawa Timur 2025
By
Rektor ITS Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD (tengah) bersama dengan rektor Perguruan Tinggi Negeri Jawa Timur dalam acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja Paguyuban Rektor se-Jawa Timur 2025
Rektor ITS Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD (tengah) ketika menerima penghargaan sebagai Best Practices Kampus Berdampak dan Berkelanjutan dalam acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja Paguyuban Rektor se-Jawa Timur 2025

Kampus ITS, ITS News — Kebijakan pemerintah untuk mendorong kemandirian bangsa tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Atas dasar hal tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pun mengusulkan adanya sinergi tridharma PTN se-Jawa Timur demi tercapainya Indonesia Emas 2045.

Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD mengungkapkan bahwa kebijakan RPJMN 2025-2029 menuntut pembangunan daerah berdasarkan delapan prioritas nasional, termasuk mendorong kemandirian bangsa melalui ekonomi biru dan hijau. Menurutnya, Jawa Timur sebagai tonggak PTN di Indonesia perlu mengambil peran demi mendorong visi Indonesia tersebut. “Tridharma perguruan tinggi merupakan katalis yang tepat untuk mewujudkan hal itu,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Guru Besar Departemen Teknik Mesin (DTM) ITS ini menegaskan, tridharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian dapat berperan sebagai katalisator dengan cara memperkuat setiap pilarnya. “Fokus utama setiap perguruan tinggi  adalah untuk menciptakan SDM yang unggul melalui pendidikan sehingga menghasilkan lulusan yang menjadi penggerak perubahan,” tambahnya.

BP, sapaan akrabnya, mengungkapkan, penguatan pilar pendidikan dapat dilakukan lewat pengembangan kurikulum yang adaptif dengan industri 4.0. Beberapa bidang seperti ekonomi biru, agribisnis modern, dan green skills atau keterampilan untuk berkontribusi pada solusi lingkungan untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan menjadi perhatian utama. Upaya ini dapat didukung pula dengan penguatan program Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM).

Foto bersama para pimpinan PTN se-Jawa Timur dalam acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja Paguyuban Rektor se-Jawa Timur 2025
Para pimpinan PTN se-Jawa Timur seusai acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja Paguyuban Rektor se-Jawa Timur 2025

Lebih lanjut, pada pilar penelitian, strategi dapat dilakukan melalui kolaborasi penelitian dengan PTN se-Jawa Timur. Contohnya penelitian di bidang teknologi industri dan manufaktur maritim, bioteknologi pertanian dan kelautan, hingga energi baru terbarukan. Dengan strategi tersebut, inovasi yang inovatif dapat tercipta. “Strategi ini juga sebagai implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 9 infrastruktur, industri, dan inovasi,” tegas BP 

Strategi berikutnya adalah pada pilar ketiga, yaitu pengabdian. Lelaki asal Yogyakarta itu menyebutkan bahwa penghasilan iptek yang menyelesaikan permasalahan riil di lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan. Program pengabdian berbasis problem solving untuk industri dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengembangkan desa industri, desa maritim, dan desa wisata menjadi beberapa aksi nyata yang dapat dilakukan. 

BP pun turut mengungkapkan harapannya perihal strategi pilar tridharma perguruan tinggi pada halal bihalal dan rapat kerja paguyuban rektor se-Jawa Timur, Rabu (30/4). Ia berharap agar tercipta kolaborasi antar PTN se-Jawa Timur melalui banyak hal, seperti riset, teaching factory, dan program pengabdian terpadu. Dengan demikian, eksekusi tridharma perguruan tinggi dapat bekerja dengan baik demi mewujudkan Indonesia yang mandiri untuk Indonesia Emas 2045. (*) 

 

Reporter: Nabila Hisanah Yusri
Redaktur: Ricardo Hokky Wibisono

×