Dalam ajang pameran bahari nasional ini, ITS menampilkan hasil desain, riset serta karya civitas akademika. Menurut Made Ariana, dosen jurusan Sistem Perkapalan, ITS sebagai pusat teknologi kelautan memang telah memiliki beberapa karya riset yang dapat dimanfaatkan bagi dunia kemaritiman Indonesia.â€Di sini kami ingin menampilkan hasil karya desain, riset serta produk ITS di dunia kelautan. Harapannya, nanti dapat digunakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat,†tuturnya ketika ditemui ITSOnline di jurusannya.
Untuk itu, ungkap Made, beberapa desain kapal dan produk hasil riset ITS ditampilkan. Salah satunya adalah Wind Cur. Dalam bentuk prototype, kata Made, pembangkit listrik karya Arif Suroso yang juga dosen ITS ini dapat digunakan di daerah Pesisir sebagai sumber tenaga listrik baru. â€Pembangkit ini menggunakan energi angin dan arus air laut. Daya listriknya dapat mencapai 100 kilowatt,†jelasnya.
Selain itu, imbuh Made, ada pula riset yang terkait dengan terumbu karang buatan yang merupakan karya Amenan, mahasiswa Pasca Sarjana jurusan Teknik Kelautan. "Yang ini dapat digunakan sebagai penahan arus bila terumbu karang asli rusak," paparnya.
Senada dengan itu, Haryo Dwito Armono ST MEng PHD, dosen Teknik Kelautan ITS, mengatakan bahwa hasil riset ini mampu mereduksi gelombang dengan baik. â€Saat surut, terumbu ini mampu mereduksi gelombang sebesar 45%,†ungkapnya. Haryo yang juga menjabat sebagai Pembantu Dekan IV FTK ini juga menambahkan, hasil riset ini telah diterapkan di Tuban.
Tak hanya terumbu karang dan pembangkit listrik. Di pameran ini, ITS juga menampilkan miniatur kapal. Salah satunya adalah kapal merdeka yang telah digunakan tim Maritim Chalange ITS semala empat kali perlombaan skala internasional.
Selain itu, ITS juga akan berkerjasama dengan Pemerintahan Kota Surabaya untuk memamerkan dan menjual sirup mangrove. Produk hasil karya mahasiswa Biologi ITS ini akan dipamerkan dalam stan Pemkot Surabaya. â€Saat itu Pemkot mengajak kerjasama untuk mengisi stan mereka. Karena yang akan dipamerkan adalah produk jadi maka kami menawarkan sirup mangrove,†terang Made.
Produk yang juga mendapat dana hibah dari Dikti lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini akan menjual produknya. â€Di sini kami hanya akan menjual 18 botol sirup,†ungkap Widowati, salah satu anggota tim. Ia mengaku bahwa kini setiap seminggu sekali dirinya hanya bisa melakukan produksi dengan jumlah sedikit.(yud/th@)