ITS Ramaikan Young Enterpreneur Exhibition 2010

Published on
By

Tak kurang dari lima stan pengusaha muda ITS turut memeriahkan pagelaran pamer karya pengusaha muda yang diselenggarakan KOMmMBIS. Sebuah wadah yang menjadi ajang pengembangaan diri setiap mahasiswa untuk menjadi entrepreneur.

Lima stan delegasi pengusaha muda yang membawa nama ITS adalah stan Pimp Your Shoes, usaha sepatu lukis milik unit bisnis UKM We&T, Siplho Computech milik mahasiwa Sistem Informasi, stan Bonik (Abon Ikan) milik mahasiswa Teknik Industri, Ternak Blog milik UKM WE&T, juga lampu Hi-Trick milik mahasiswa Tenik Elektro.

Pimp Your Shoes, branding yang dipakai  pebisnis muda jebolan UKM WE&T dalam mempromosikan sepatu lukis mereka. Sejak dirintis tiga bulan yang lalu, Iftita Diana, salah satu pengelola sepatu lukis ini mengaku pihaknya telah berhasil mencapai omset sekitar satu juta rupiah tiap bulannya. "Dalam sebulan kami mendapat pesanan sampai tiga lusin sepatu ," tutur mahasiswa Teknik Industri yang pandai melukis ini.

Geliat berbisnis mahasiswa ITS pun terlihat dari jurusan Sistem Informasi. Adalah Siplho Computech, sebuah layanan distributor  barang-barang IT seperti handphone, flashdisk, laptop,printer dan aksesoris komputer. Dalam jangka waktu belum mencapai satu tahun, usaha yang dirintis tersebut omsetnya mencapai sepuluh juta perbulan.

"Modalnya dari investasi tiga orang kelompok kami, hanya 1,5 juta rupiah," papar Noerma Pudji Istyani, atau yang lebih sering disapa Toton. Dengan modal yang relativ kecil tersebut, Toton dan kawan-kawan  justru bisa menutup biaya kuliahnya sendiri. Toton pun memberi saran pada calon pengusaha muda ITS lainnya. "Bisnis untuk bisa kuliah, dan kuliah untuk berbisnis, " ungkap mahasiwi angkatan 2008 ini.

Selain itu juga ada stan Bonik yang cukup ramai didatangi pengunjung. Bonik adalah  kependekan dari abon ikan yang menjadi branding hasil PKMK lima mahasiwa Teknik Industri ini. "Bonik ini inovasi abon dari ikan bandeng," terang Aryka Putra. "Selain itu keistimewaanya ikan bandeng ini tidak amis, rendah kolestrol dan rasanya tidak kalah dengan abon daging," lanjut Akyra sembari promosi. Walaupun termasuk masih merintis, bisnis abon ini sudah mampu menyerap satu tenaga kerja.

KOMmMBIS sebagai wadah yang menaungi para mahasiswa dalam berbisnis memberi peran besar dalam kegiatan ini.  "KOMmBIS ingin memberi dorongan untuk berbisnis pada mahasiswa," tutur Putu Darma Putra MSi, pendiri KOMmMBIS sekaligus pengajar di Unair. Selain itu komunitas ini juga mengarahkan mahasiswa untuk menjadi job creator, bukan job seeker.

Dalam rangkaian acara yang diikuti oleh delapan universitas di Surabaya tersebut, juga menghadirkan alumni ITS sebagai pembicara sekaligus mentor. Dia adalah pengusaha sukses dengan omset delapan puluh juta  rupiah, Rony Ardiyanto ST. Atau yang lebih dikenal dengan nama brandnya Rony ’Orysu.

Lulusan ITS jurusan Perencanaan Wilayah Kota ini sempat berpesan pada para mahasiswa yang datang dalam workshop corner. "Sekarang strategi bisnis bukan lagi ATM atau Amati Tiru Modifikasi, tapi Amati Tiru Plek," ujar pria yang sudah mulai berbisnis sejak masih kuliah semester tiga ini.

"Mahasiswa  masih perlu diubah pola pikirnya untuk tidak hanya mencari lapangan kerja, tapi menciptakan lapangan kerja. Jangan menjadi menusia yang egois," pungkasnya. (fz/nrf)

×