ITS Prihatin Kondisi Angkutan Bus

Published on
By

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi untuk menggelar diskusi tentang kondisi angkutan bus pada Senin (7/5). Diskusi ini dihadiri oleh Prof Dr I Nyoman Sutantra, Ir Amien Widodo MS, Ir Surjo WA MSc dari ITS dan pakar transportasi Ir Hitapriya Suprayitno. Masalah dibahas mulai dari akar masalah hingga perumusan pemecahannya.

Musim liburan semakin dekat, pada saat itu arus transportasi pun diprediksi semakin ramai. Sutantra menyebutkan bahwa komitmen dalam penegakan aturan yang ada merupakan poin kunci perbaikan. "Tiga unsur utama kelayakan seringkali disepelekan, yaitu kelayakan pengemudi, kelayakan infrastruktur jalan, dan kelayakan kendaraan," tuturnya.

Pelanggaran yang ada sering terjadi pada saat uji kendaraan. "Ketika kondisi kendaraan berbeda dengan uji Kir (Uji kelayakan kendaraan umum) perusahaan harus mendapat sanksi dan bila sudah lewat batas bisa dicabut ijinnya," sebut Hitapriya.

Amien menambahkan adanya evaluasi dan pengawasan yang terbuka akan mempersempit timbulnya pelanggaran aturan. "Apabila ada kampanye di bidang ini tentu akan membuat pihak-pihak utamanya para pengusaha transportasi sadar dan menaati peraturan," ujar Amien. (lhp)

×