
Surabaya, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja melalui kolaborasi strategis dengan Sekolah Internasional Cikal Surabaya. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam forum internasional Cikal Surabaya Model United Nations (CASMUN), yang menjadi ruang diskusi bagi generasi muda lintas institusi untuk mengkaji isu global secara kritis dan solutif.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 April 2026 ini menghadirkan mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS Aldiez Rizkia Centrinova sebagai Chair dalam sidang simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bawah mandat United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Dalam forum tersebut, Aldiez memimpin pembahasan bertajuk Strengthening Global Interventions to Curb Adolescent Substance Abuse, yang menyoroti pentingnya penguatan intervensi global dalam menekan penyalahgunaan zat adiktif di kalangan remaja.
Forum ini diikuti oleh delegasi dari berbagai universitas dan sekolah internasional dengan latar belakang kebangsaan yang beragam. Kehadiran peserta lintas negara tersebut menegaskan bahwa isu penyalahgunaan narkoba merupakan tantangan global yang memerlukan kolaborasi multipihak.

Selama persidangan, diskusi berkembang ke dalam dua pendekatan utama, yakni prohibition dan harm reduction. Pendekatan prohibition menitikberatkan pada penguatan regulasi dan pencegahan berbasis pelarangan, sementara harm reduction berfokus pada upaya pengurangan dampak melalui edukasi, rehabilitasi, serta intervensi kesehatan masyarakat. Perbedaan perspektif ini menjadikan forum berlangsung dinamis dan kaya gagasan.
Sebagai pimpinan forum, Aldiez berperan menjaga jalannya diskusi tetap tertib, inklusif, dan substansial. Ia memastikan seluruh delegasi memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pandangan sekaligus mengarahkan pembahasan menuju solusi yang relevan. Tantangan utama, menurutnya, terletak pada menyatukan beragam perspektif dari peserta dengan latar belakang akademik, budaya, dan nasionalitas yang berbeda. “Setiap delegasi memiliki sudut pandang yang unik. Dibutuhkan ketegasan, ketelitian, serta kemampuan komunikasi yang baik agar diskusi tetap produktif,” ujarnya.

Partisipasi ini mencerminkan komitmen ITS dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi pada isu-isu strategis global, termasuk pencegahan narkoba. Kolaborasi dengan sekolah internasional di Surabaya ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga pendidikan dapat memperkuat kesadaran dan kepedulian terhadap persoalan sosial.
Aldiez pun mengaku bangga dapat membawa nama ITS dalam forum internasional tersebut. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus melahirkan generasi muda yang kritis, peduli, dan siap menjadi bagian dari solusi atas persoalan global,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, ITS tidak hanya memperkuat perannya dalam pendidikan berwawasan global, tetapi juga menegaskan kontribusinya dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (HUMAS ITS)