
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara resmi mengukuhkan mahasiswa baru program pascasarjana semester genap tahun akademik 2025/2026. Agenda bertajuk Informasi dan Pengenalan ITS (IPITS) ini menjadi langkah nyata dalam mendongkrak jumlah magister dan doktor guna memperkuat daya saing bangsa Indonesia, Kamis (19/2).
Mewakili Rektor ITS, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD menyambut hangat seluruh mahasiswa baru program pascasarjana. Dalam sambutannya, Nurul menyoroti tantangan besar terkait rendahnya rasio doktor di Indonesia yang hanya mencapai 143 orang per satu juta penduduk. “Anda semua (mahasiswa baru pascasarjana, red) adalah harapan untuk mengisi kekurangan jumlah magister dan doktor di Indonesia,” tuturnya penuh optimisme.
Lebih lanjut, guru besar ilmu kimia tersebut membeberkan bahwa ITS menargetkan angka 35 persen untuk populasi mahasiswa program pascasarjana dari total keseluruhan mahasiswa pada tahun 2026. Menurutnya, upaya peningkatan jumlah mahasiswa program pascasarjana ini merupakan bagian dari langkah ITS untuk menuju World Class Research and Innovation University.
Guna mendukung visi tersebut, ITS menyediakan beragam skema beasiswa untuk seluruh mahasiswanya. Beberapa diantaranya ialah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), dan berbagai beasiswa internal kampus. “Program seperti Fast Doctoral (FastD), Global Excellence Scholarship, dan beasiswa fresh graduate dirancang untuk meminimalkan hambatan finansial bagi para peneliti muda,” ujar Nurul.

Menimpali pernyataan Nurul, Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Prof Dr Eng Chastine Fatichah SKom MKom menyebutkan bahwa ada 1.164 mahasiswa baru yang dikukuhkan. Secara detail terdapat 501 mahasiswa program magister, 140 mahasiswa program doktor, serta 523 mahasiswa program profesi insinyur (PPI). Khusus PPI, terdapat kontribusi signifikan dari mitra strategis seperti Pertamina dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Melengkapi pembekalan akademik, hadir pula Prof Ir Nyoman Pujawan MEng PhD CSCP CPLM yang memaparkan strategi riset untuk menembus publikasi jurnal berkualitas. Beliau menekankan bahwa riset berkualitas adalah riset yang mampu menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan manfaat yang luas bagi manusia. “Riset yang baik harus mampu menyederhanakan sesuatu yang kompleks dan menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental,” tegasnya.
Acara yang digelar di Auditorium Gedung Research Center ITS ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan akses pendidikan tinggi jenjang lanjut. Selain itu, riset yang dihasilkan juga memperkuat poin ke-9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas instansi. (*)
Reporter: Dinda Fithriyyah
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi