
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menancapkan kiprah globalnya melalui program Global Community Outreach (GCO). Menggandeng Universiti Malaya (UM) untuk memberdayakan potensi generasi muda ini dilaksanakan di Sekolah Kebangsaan (SK) Taman Medan, Malaysia, (23/6) lalu.
Ketua GCO Prof Dr Ir Imam Robandi MT memaparkan bahwa program ini diinisiasi oleh grup riset Power System Operation and Control (PSOC) dan Power System Simulation and Laboratory (PSSL) dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini didukung penuh oleh Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) RI.
Dalam rangkaian program tersebut, tutur Imam, diselenggarakan Inspiring Session bagi siswi SK Taman Medan. Diskusi tersebut melibatkan partisipasi aktif dari siswi yang menjadi modal untuk menanamkan bahwa pendidikan tinggi adalah kunci untuk masa depan. “Diskusi ini dirancang secara khusus agar generasi muda lebih berani mengungkapkan cita-citanya,” terang Imam.

Lebih dalam, Guru Besar Departemen Teknik Elektro ITS ini memaknai program GCO lebih dari menyalurkan ilmu pengetahuan lewat pengabdian. Menurutnya, dibutuhkan kehadiran utuh dan kepedulian tulus untuk merajut hubungan positif dengan masyarakat. “Sinergi berbagai pihak baik dari ITS dan UM dalam GCO membuktikan hal tersebut,” imbuhnya.
Di samping itu, Imam menyampaikan bahwa program ini menuai respon positif dari pengajar Sekolah Kebangsaan Taman Medan. Mereka menilai motivasi belajar murid melonjak drastis pasca berinteraksi dengan akademisi perguruan tinggi. Kini, siswi terpantau lebih tangguh dalam menyuarakan rencana mengejar jenjang pendidikan setinggi mungkin.
Keberhasilan di SK Taman Medan ini diharapkan menjadi model percontohan program berkelanjutan di Asia Tenggara sekaligus bukti bahwa kerja sama akademik dapat diramu menjadi gerakan sosial. “Kami berupaya memperkuat peran ITS yang tidak hanya unggul dalam kurikulum akademiknya, namun juga berkontribusi untuk masyarakat regional ASEAN,” ungkap Imam optimistis.
Melalui inisiatif ini, ITS menegaskan komitmen dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan menyalakan motivasi belajar generasi muda, kolaborasi lintas negara ini menunjukkan bahwa pendidikan yang inklusif dan merata dapat ditingkatkan melalui sinergi yang kuat di tingkat internasional. (*)
Reporter: Syifa Rahmadina
Redaktur: Aghnia Tias Salsabila