ITS Perkuat Industri Marina Indonesia melalui Workshop Internasional - ITS News

ITS Perkuat Industri Marina Indonesia melalui Workshop Internasional

Published on
By
Sekretaris Jenderal CMSI Nino Krisnan Kusmuaatdmadja saat membeberkan topik mengenai Yachting dan Boat Regulation dalam workshop Indonesian Marina Design

Kampus ITS, ITS News — Lemahnya regulasi kemaritiman turut menghambat perkembangan industri marina dan wisata bahari di Indonesia. Menilik kondisi tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama SF Marina Indonesia mengadakan workshop berskala internasional bertajuk Indonesian Marina Design yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (9/9), di Auditorium Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS di Jalan Cokroaminoto, Surabaya.

Kepala Departemen Teknik Kelautan ITS Prof Dr Eng Muhammad Zikra ST MSc menyampaikan bahwa peraturan industri marina terjebak dalam anggapan hanya untuk pariwisata asing. Kondisi tersebut mengakibatkan Indonesia tidak memiliki Pleasure Yacht Maritime Regulations yang spesifik. Hal ini menyebabkan turunnya gairah industri marina dan wisata bahari di Indonesia dengan diiringi kurangnya atensi kedatangan kapal domestik dan kapal mancanegara.

Berangkat dari permasalahan tersebut, seratus peserta workshop yang terdiri dari para praktisi industri, akademisi, hingga mahasiswa ini mengikuti diskusi tentang arah pengembangan industri marina di Indonesia. Diskusi lintas sektor ini bertujuan untuk menyatukan perspektif antara akademisi dan praktisi dalam menciptakan gagasan baru. “Gagasan tersebut berisi tentang keberlanjutan marina yang relevan dengan kebutuhan Indonesia, baik saat ini maupun masa mendatang,” jelas dosen yang biasa disapa Zikra tersebut.

Presiden PIANC Indonesia Dr Ir Rahman Hidayat MEng IPU turut memaparkan dasar-dasar dari aspek legal industri marina

Kegiatan ini membahas Legal Aspects of Master Planning mengenai unsur-unsur aturan dalam melakukan perencanaan industri marina. Topik ini mengulas dasar-dasar industri marina serta regulasi Yachting dan Boat Regulation. Aturan tersebut mengarah pada penggunaan perahu dan kapal yacht untuk kebutuhan peningkatan wisata bahari.

Selain itu, agenda ini juga mendiskusikan Marina Design Criteria and Data Collection. Pembahasannya mencakup komponen perancangan marina serta pengumpulan dan analisis data terkait proporsi marina yang ideal. Data yang dikumpulkan harus meliputi kecepatan angin dan ombak, sehingga industri marina dapat mengkalkulasi fetch dan karakteristik gelombang air laut di kawasan marina.

Selain aspek teknis, konsep ekonomi biru turut menjadi landasan dalam merumuskan regulasi industri marina. Regulasi tersebut harus mencakup sembilan langkah utama, mulai dari Learn, Buy, Own, Insure, Finance, Park, Service, Sail, hingga Help. “Langkah ini penting untuk melindungi industri lokal dan memperbanyak penggunaan kapal dengan standar keamanan yang lebih tinggi,” tambah salah satu Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS tersebut.

Salah satu peserta workshop saat menanyakan terkait kondisi industri marina di Indonesia

Melalui kegiatan ini, industri marina diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur untuk mengembangkan wisata bahari di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama jangka panjang antara ITS, SF Marina, serta Pusat Riset dan Teknologi Marina Indonesia. Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui perencanaan pelabuhan marina di Teluk Benoa, Bali yang diharapkan dapat terealisasikan secara berkelanjutan.

Terakhir, ITS terus berkomitmen dalam mendorong perkembangan teknologi kemaritiman yang tidak hanya menjawab kebutuhan pariwisata, tetapi juga memberi arahan terkait regulasi yang ideal pada industri marina. Upaya ini sejalan dengan asa ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-14 tentang Ekosistem Laut melalui pengembangan teknologi dan kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan wisata bahari di Indonesia. Selain itu, juga poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (HUMAS ITS)

 

Reporter: Mohammad Fariz Irwansyah

×