IMO, sebagai salah satu produk lokal memang sengaja menarik dunia pendidikan dalam bisnisnya. Sebab, diakui Sarwo Wiguno Wargono sebagai presiden direktur, persaingan berebut pasar dengan merk lokal lainnya telah berlangsung sengit. "Sekarang HP dilirik tampilan dan kontennya," ungkapnya.
Dengan gamblang, pria yang kerap disapa Sarwo menuturkan, kerjasama dengan ITS ini mampu menjadi salah satu cara kongkrit mensinergikan dunia pendidikan dan industri mobile. Pasalnya, menurut Sarwo, ITS merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki banyak jalur di bidang komputer dan elektronik.
Untuk itulah, secara khusus kerjasama ITS-KIP ini berkutat dalam tiga pola. Pertama, sinergi dunia pendidikan dan industri mobile. "Saya harap nanti ada mahasiswa ITS yang kerja praktek (KP) di perusahaan kami," ujarnya. Tak hanya dalam KP, Sarwo juga berharap adanya mata kuliah yang mengarah ke pemahaman industri HP. Mulai dari persiapan, proses pembuatan, hingga pasca proses tersebut.
Kedua, berbagai aplikasi yang telah dimiliki ITS akan di-share-kan dalam HP IMO. Diantaranya, e-learning, kampus social network, dan interaktif respon (icon yang belajar dari behavior si pemilik HP). "Sebenarnya, aplikasi semacam social network sudah ada. Namun, kami ingin aplikasi IMO lebih lengkap," jelas lulusan Curtin University, Perth, Australia tersebut.
Pola ketiga yang akan dibina dalam kerjasama ini adalah pembuatan produk-produk khusus. ITS dan KIP akan berdiskusi meluncurkan produk IMO, mulai dari perakitan awal, jenis aplikasi, sampai bentuk 3D-nya. "ITS juga memiliki jurusan yang paham desain sesuai minat pasar," tambahnya. Dikatakan Sarwo, diskusi desain ini menjadi penting. Sebab, bentuk HP telah menjadi momok tersendiri dalam masyarakat. Bentuk tak menarik, dijamin tak ada yang beli.
Kerjasama yang akan berlangsung selama kurun waktu lima tahun ini pun diapresiasi oleh Prof Dr Darminto MSc sebagai wakil ITS. Ia berharap, baik dosen maupun mahasiswa ITS bisa mengetahui dunia industri yang sebenarnya lebih dini. "Semoga keterlibatan mahasiswa dalam perakitan HP IMO ini bisa mengawali bentuk sinergi yang lebih baik," ungkap Wakil Rektor IV ITS tersebut. (esy/fi)