ITS Kenalkan Media Pembelajaran Baru kepada Guru SD

Published on
By
ITS saat menyosialisasikan media pembelajaran baru.
Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) Pengabdian Masyarakat (Abmas) ITS saat menyosialisasikan media pembelajaran baru kepada perwakilan guru sekolah dasar di Batu, Jawa Timur.

Batu, ITS News — Pembelajaran secara daring bukan hal yang mudah dijalani anak-anak, terutama yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Karenanya, guru memiliki peran yang penting dalam membimbing siswanya menghadapi tantangan ini. Menanggapi hal tersebut, Tim KKN Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan sosialisasi media pembelajaran yang menarik bagi guru sekolah dasar di Batu, Jawa Timur.

Sosialisasi yang dipesertai oleh lebih dari 60 guru sekolah dasar di Batu tersebut dilaksanakan di SDN Ngaglik 01 sebagai lokasi sentral dari berbagai kegiatan di daerah tersebut. Menurut penuturan Lienggar Rahadiantino SE MSc selaku dosen pembimbing, sosialisasi tersebut merupakan solusi yang lahir dari diskusi Tim KKN Abmas ITS guna menciptakan pembelajaran yang mudah bagi siswa sekolah dasar.

Lienggar mengungkapkan bahwa Ia bersama tim yang beranggotakan 15 mahasiswa tersebut mengemas sosialisasi tersebut dengan wujud penyampaian tutorial penggunaan aplikasi Duolingo untuk pelajaran bahasa Inggris, Khan Academy untuk Matematika dan IPA, serta Kejar Cita untuk media kuis berbagai mata pelajaran. Lebih lanjut, Ia mengklaim bahwa berkat ide mereka tersebut peserta sosialisasi menjadi sangat antusias dalam menyimak materi.

“Fakta bahwa belum banyak dari peserta (guru sekolah dasar di Batu, red) yang paham mengenai penggunaan aplikasi yang disosialisasikan menjadi salah satu sebab antusiasme yang cukup tinggi itu,” ungkap Dosen Departemen Studi Pembangunan ini.

Guru SD di Batu saat menyimak materi media pembelajaran baru.
Perwakilan guru sekolah dasar di Batu terlihat sangat antusias menyimak penyampaian sosialisasi mengenai media pembelajaran baru.

Meski disambut dengan penuh antusias, penerapan media pembelajaran ini masih mengalami kendala seperti beberapa siswa yang harus berbagi ponsel dengan anggota keluarga lain sehingga terlambat mengumpulkan tugas. Untuk itu, Lienggar mengatakan bahwa Tim KKN Abmas ITS juga berpesan pada guru untuk dapat menyampaikan apa yang mereka dapatkan saat sosialisasi kepada para orang tua sehingga kendala-kendala tersebut dapat diminimalisir.

Namun, terlepas dari hal tersebut Tim KKN Abmas ITS juga melakukan evaluasi terhadap performa belajar siswa serta meminta umpan balik dari guru dan orang tua untuk penyelenggaraan sosialisasi ini. “Dengan media pembelajaran yang menarik, kami juga berharap orang tua siswa yang kesulitan mengajarkan materi pembelajaran di rumah dapat terbantu,“ tutur Lienggar.

Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) Pengabdian Masyarakat (Abmas) ITS berfoto bersama perwakilan guru sekolah dasar di Batu.

Kolaborasi dari mahasiswa Departemen Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Studi Pembangunan, Desain Interior, Fisika, Teknik Fisika, serta Kimia ini telah dipersiapkan sejak Juli lalu. Persiapan meliputi penyusunan materi selama dua pekan hingga menentukan lokasi pelaksanaan. Namun karena saat itu wilayah Batu masih termasuk di zona merah, sosialisasi pun tertunda. “Sehingga, kami (Tim KKN Abmas ITS, red) baru dapat melaksanakan kegiatan tersebut akhir September lalu,” terang Lienggar.

Usai pelaksanaan kegiatan tersebut, Lienggar berharap, ke depannya akan semakin banyak aplikasi pembelajaran efektif yang muncul untuk anak-anak di bawah usia remaja. “Semoga kelak akan semakin banyak aplikasi berbasis edukasi karya mahasiswa ITS yang dapat mempermudah sistem pembelajaran di indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Fathia Rahmanisa
Redaktur: Dzikrur Rohmani Zuhkrufur Rifqi Muwafiqul Hilmi

×