ITS Kembangkan FLNG Pertama di Dunia

Published on
By

Seminar internasional yang diadakan di gedung Rektorat lantai satu pada Kamis (30/9) merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan 50 tahun ITS. Seminar ini memaparkan hasil riset tentang FLNG pertama di dunia. ITS sebagai salah satu perguruan tinggi teknik bergengsi di Indonesia, berkesempatan untuk mengembangkan teknologi terbaru ini bersama DSME. Seminar ini dihadiri oleh pihak industri, pemerintah, investor, peneliti, dan mahasiswa.

FLNG merupakan kapal yang didesain untuk mengolah gas yang berasal dari bawah laut untuk dijadikan produk LNG. Di dalamnya berisi berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan dalam mengolah gas, seperti turbin, refrigerator, penghilang keasaman gas, penyimpan LNG, dan sebagainya

Dipaparkan pula bahwa uji model FLNG selama ini dilakukan oleh Indonesian Hydrodynamics Laboratory. Hasilnya pada ketinggian ombak 2 meter, 11% lebih baik dibandingkan dasar kapal normal. Rencananya akan dibangun dua unit FLNG dan akan selesai pada tahun 2016.

Sementara itu Ir Budi Indianto MBA, Deputi Pengendalian Operasi BP Migas, menjelaskan bahwa ITS sebagai perguruan tinggi tidak hanya memiliki fungsi mencetak manusia menjadi sarjana, tetapi juga memberikan suatu aplikasi teknologi terapan secara nyata untuk Indonesia. "Jadi konsultan tidak hanya orang asing," simpulnya.

"Sudah dilakukan satu tahun riset penelitian bersama DSME dan kembali ditandatangani kesepakatan untuk tahun kedua," jelas Kepala International Office (IO) ITS Surabaya, Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc. Penelitian ini telah berjalan menghasilkan model tes untuk FLNG yang tepat, desain proses LNG pada kapal, dan analisis gerakan muatan di dalam tangki.

Menurut Ketut, saat ini Indonesia masih condong membeli teknologi dari luar negeri, padahal teknologi tersebut harganya lebih mahal dan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan. "Dalam pengembangan FLNG terdapat muatan lokal, dimana teknologi dikembangkan sendiri oleh bangsa Indonesia," paparnya.(el/bah)

×