ITS Kembali Ukir Prestasi di SEM

Published on
By

SEM yang digelar sejak Rabu (4/7) mencapai puncaknya pada Sabtu (7/7). Setiap peserta diwajibkan menyelesaikan lima kali race selama tiga hari kompetisi. Masing-masing race mengharuskan peserta mampu memutari sirkuit sebanyak empat lap dengan batas waktu maksimum yang diberikan.

Meski terdapat berbagai kendala yang dihadapi tim ITS (Sapu Angin dan Antasena, red), performa optimal berhasil ditunjukkan oleh Sapu Angin (SA) 7. Mulai dari technical inspeksi hingga akhir race dapat diselesaikan dengan baik tanpa terjadi kendala teknis yang berarti.

”Hasil akhir perolehan ITS adalah 167 km per liter dan ITB 149 km per liter,” ungkap Dr Ir Bambang Pramujati M Sc Eng Ph D. Selain memperoleh gelar juara, ITS mampu melampaui rekor terakhirnya pada tahun 2011. Saat itu, ITS hanya mampu menembus angka 150 km per liter dalam efisiensi bahan bakar.

Gelar juara ini sekaligus menjadi penebus belum berhasilnya dua mobil lain dari ITS, SA 6 dan Antasena. Meski demikian, prestasi tahun ini diharapkan mampu menjadi pendongkrak semangat ITS untuk meraih prestasi yang lebih baik pada kompetisi yang akan datang.

Sempat Dibuat Bingung
ITS sempat dibingungkan dengan hasil perhitungan dari pihak Shell. ”Kita sempat tertinggal dari rival senegera, ITB,” tutur Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS ini. Perolehan 192 km per liter mobil Garuda ITB pada race pertama cukup mengejutkan tim dari ITS.

Memasuki race kedua, hasil perolehan tersebut dianggap sebagai inkonsistensi pihak Shell. Pasalnya, konsumsi bahan bakar yang dinilai lebih sedikit ternyata tidak mampu melampaui hasil perhitungan race pertama. Benar saja, setelah dilakukan perhitungan ulang, memang terdapat kesalahan perhitungan oleh pihak Shell.

”Untuk race pertama, seharusnya kita sudah unggul dengan nilai 161 km per liter berbanding 142 km per liter,” terang Bambang. Untuk tahun ini ,kategori ini memang hanya diikuti oleh peserta dari Indonesia. Sehingga, persaingan antara dua perguruan tinggi teknik ini menjadi sangat ketat.

Setelah race pertama, hasil positif secara beruntut ditorehkan SA 7.  Race kedua hingga lima menempatkan SA 7 di peringkat pertama kelas urban concept berbahan bakar Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Alhasil, SA 7 berhasil menjuarai kategori tersebut disusul dengan rival satu-satunya dari ITB. (ken/nir)

×