ITS Jadi Chairmen Konferensi APIEMS di Bali

Published on
By

Perjuangan Indonesia untuk menjadi tuan rumah APIEMS sebenarnya sudah didengungkan sejak 2 tahun lalu. Saat konferensi APIEMS ke-7 di Bangkok tahun 2006, jurusan Teknik Industri ITS telah mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk konferensi yang ke-9. APIEMS kemudian meminta agar ITS tidak sendirian menjadi tuan rumah. Akhirnya, tim ITS dengan ketua Prof Nyoman Pujawan menggandeng ITB untuk merealisasikan konferensi ini. Dalam perjalanannya, kedua institusi berperan cukup baik dan conference chairmen-nya pun ada dua, yakni Prof Nyoman Pujawan dari ITS dan Prof Abdul Hakim Halim dari ITB. Pada saat konferensi APIEMS ke-8 di Taiwan tahun lalu, Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan APIEMS ke-9.

Konferensi APIEMS ke-9 dibuka oleh Prof Tsong-Ming Lin, Presiden APIEMS yang juga kebetulan menjadi Presiden National Yun Lin University, Taiwan. Tak kurang dari 370 orang dari 20 negara ikut ambil bagian di dalamnya. Dari jumlah tersebut, 60 orang di antaranya dari Indonesia dan sisanya adalah peserta asing. Ada 350 buah makalah yang dipresentasikan. Makalah tersebut membahas berbagai perkembangan dan inovasi di bidang teknik industri, seperti permasalahan sistem produksi, logistik atau supply chain, perancangan produk, ergonomi, teknik optimasi, dan otomasi industri.

Konferensi makin istimewa dengan hadirnya Professor Suresh Sethi dari University of Texas, Dallas sebagai pembicara kunci. Untuk diketahui, Prof Suresh Sethi adalah akademisi terkemuka yang telah menulis 5 buku dan 300 makalah di jurnal internasional. Ia juga menjadi anggota kehormatan di berbagai organisasi profesi di dunia.

Prof Nyoman Pujawan sendiri mengaku senang dengan suksesnya konferensi APIEMS ke-9. Tak hanya menarik banyak pemakalah dari luar negeri, menurut Nyoman konferensi juga terbukti menggairahkan dosen-dosen dalam negeri. "Dari 60 peserta yang berasal dari Indonesia, belasan di antaranya dari ITS. Ini jelas meningkatkan gairah akademis bagi komunitas teknik industri di Indonesia dan membantu ITS untuk lebih dikenal di komunitas akademis internasional. Di samping itu, saya sangat senang konferensi ini telah membantu menggairahkan pariwisata di Indonesia yang agak lesu sekarang," ujarnya.

APIEMS mengagendakan konferensi secara rutin sejak tahun 1998. Sebelumnya konferensi yang sama diselenggarakan di berbagai negara seperti Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, Australia, Filipina, dan Thailand. Kegiatan seperti ini adalah merupakan ajang untuk sharing hasil-hasil penelitian, memperoleh masukan atas penelitian yang sedang dilakukan, dan untuk menjalin kerjasama riset maupun pendidikan. Di samping itu, pada setiap acara konferensi APIEMS, berlangsung juga pertemuan Board Members yang merupakan perwakilan setiap negara. Mereka mendiskusikan berbagai hal tentang organisasi, kepengurusan, dan pemilihan tempat konferensi berikutnya.(*/f@y)

×