Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Ketua LPMK Keputih Surabaya Indi Nuroni (dua dari kiri) dan Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Fadlilatul Taufany.
Surabaya, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Keputih Surabaya menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Keputih. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi wilayah secara berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD menjelaskan bahwa Keputih memiliki posisi penting sebagai kawasan ring satu ITS. Hal ini terutama berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abmas). “ITS berkomitmen menjadikan Keputih dan Sukolilo sebagai kawasan pengembangan kegiatan abmas dan laboratorium hidup,” terang dosen Departemen Teknik Fisika tersebut.
Agus menambahkan, ITS telah menjalankan berbagai program mulai dari pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sentra wisata kuliner, hingga komunitas warga di wilayah ini. Namun, program tersebut dinilai masih perlu dikonsolidasikan agar lebih terintegrasi melalui LPMK dan Kelurahan Keputih. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Penandatanganan PKS ITS dan LPMK Keputih
Senada, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD menyampaikan, kerja sama ini menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan abmas ITS. Menurutnya, program abmas perlu disusun lebih terarah dan terintegrasi agar mampu memberikan dampak nyata bagi warga sekitar kampus. “Selanjutnya kita akan menindaklanjuti dan semoga dapat menjawab semua persoalan warga Keputih Surabaya,” tegas dosen Departemen Teknik Kimia tersebut.
Pada tahap awal, terdapat program prioritas yang akan dikembangkan, yakni penambahan tandon dan toilet di Taman Harmoni, monitoring air tambak, hingga program bimbingan belajar generasi muda. Terdapat pula program penguatan branding kawasan wisata dan kapasitas pemandu wisata. Seluruh program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah Keputih.
Camat Sukolilo Muhammad Aries Hilmi SSTP MKP saat memberikan sambutannya
Taufany menyebutkan, setiap program memiliki fokus yang jelas. Penambahan fasilitas di Taman Harmoni diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan fasilitas publik, sedangkan monitoring air tambak bertujuan membantu masyarakat memantau kualitas perairan. Selain itu, program bimbingan belajar menjadi bentuk dukungan ITS dalam meningkatkan kualitas generasi muda Keputih. Penguatan branding kawasan wisata juga dilakukan untuk memperkuat daya tarik dan identitas kawasan berbasis potensi lokal.
Ruang lingkup kerja sama ini meliputi pengembangan potensi wilayah, pemberdayaan masyarakat, dan pendampingan sosial kemasyarakatan. ITS menghadirkan dukungan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan LPMK Keputih mendukung akses lokasi, data awal, serta koordinasi dengan masyarakat. Kolaborasi ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, ke-6, ke-8, dan ke-11. (*)