ITS bersama PII Orkestrasi Hilirisasi Teknologi Jawa Timur

Published on
By
rektor-bersama-jajaran-pimpinan-PII-dan-para-peserta-insinyur-talk
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD bersama jajaran pengurus PII dan peserta forum Insinyur Talk usai membahas penguatan daya saing Jawa Timur

Kampus ITS, ITS News — Turut bersinergi dalam menumbuhkan ekonomi daerah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggelar forum Insinyur Talk. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Senat Akademik Gedung Rektorat ITS, Selasa (7/4) ini berfokus pada penguatan daya saing Jawa Timur melalui strategi hilirisasi industri berbasis teknologi inovatif.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menjelaskan, Jawa Timur kini mendominasi struktur produk domestik regional bruto melalui sektor industri pengolahan sebesar 31,32 persen. Namun, rupanya masih ada tantangan besar dalam hal efisiensi rantai pasok dan nilai tambah produk yang dihasilkan oleh industri lokal. “Maka diperlukan transformasi yang masif agar posisi ekonomi wilayah ini tetap kokoh dan berdaya saing global,” ujar Bambang.

rektor-ITS-pada-kegiatan-insinyur-talk
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD saat memberikan paparan mengenai peran strategis kampus teknik dalam mengorkestrasi hilirisasi industri pada forum Insinyur Talk

Mendukung transformasi tersebut, ITS berkomitmen dalam menyediakan teknologi terapan siap pakai sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Lewat Science Techno Park ITS, setiap riset akademis dijembatani agar selaras dengan kebutuhan pasar industri yang dinamis. “ITS memastikan setiap inovasi berdampak nyata dan tidak berhenti pada tahap purwarupa saja,” tuturnya optimis.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc turut menekankan pentingnya ekosistem keinsinyuran yang terintegrasi untuk mendukung visi tersebut. Menurutnya, Jawa Timur harus mampu bertahan dengan mengandalkan SDM yang adaptif terhadap perubahan zaman. Selain itu, komitmen terhadap Undang-Undang Keinsinyuran menjadi landasan utama untuk menghasilkan tenaga ahli yang kredibel dan profesional.

Dari perspektif praktisi, Wakil Ketua Umum PII Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono MT IPU ASEAN Eng mempertegas urgensi peran insinyur dalam menyukseskan hilirisasi nasional. Sebab tanpa inovasi teknologi, industri akan stagnan sebagai penyedia bahan baku mentah. Ketua PII Wilayah Jawa Timur tahun 2011 Ir H Muhammad Ridwan Hisjam pun mengamini pandangan tersebut, di mana ketergantungan ekspor harus segera diakhiri agar daya saing dan nilai tawar Indonesia semakin kuat.

Wakil-ketua-umum-PII-memaprkan-peran-penting-insinyur-di-kegiatan-insinyur-talk
Wakil Ketua Umum PII Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono MT IPU ASEAN Eng (tengah) menyampaikan urgensi peran insinyur dalam menyukseskan hilirisasi nasional berbasis teknologi

Tak hanya itu, Ridwan turut menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan media sebagai pembentuk opini publik. Penerapan ekonomi hijau dalam proses manufaktur pun menjadi hal yang tidak tertandingi untuk meningkatkan nilai jual produk. “Jika Jawa Timur kuat secara industri dan teknologi, maka Indonesia akan memiliki nilai tawar yang tinggi,” tegasnya menutup sesi diskusi.

Langkah strategis ini selaras dengan upaya menciptakan ekonomi berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan penciptaan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat menjadi muara utama dari seluruh inovasi hilirisasi ini. Melalui penguasaan teknologi yang terintegrasi, Jawa Timur optimis dapat memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung ekonomi nasional. (*)

 

Reporter: Nur Anisa Alya Eriska
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi 

×