
Kampus ITS, ITS News — Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya Ir Yusuf Masruh MM, Kamis (15/1). Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB ini bertujuan meninjau fasilitas dan layanan Perpustakaan ITS sekaligus memperkuat peran strategis perpustakaan dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Yusuf berkeliling meninjau sejumlah fasilitas unggulan Perpustakaan ITS, salah satunya Migas Corner. Ia didampingi langsung oleh Kepala Perpustakaan ITS Agus Santoso SSos MMedKom yang memaparkan konsep pengelolaan perpustakaan berbasis inovasi, edukasi, serta kenyamanan pengguna.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pengelolaan Perpustakaan ITS yang dinilai berhasil menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar modern dan inklusif. Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam mendorong budaya literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program literasi, khususnya kegiatan kunjungan anak-anak sekolah ke perpustakaan. Program tersebut dinilai strategis dalam menumbuhkan minat baca serta membangun budaya literasi sejak usia dini. Ke depan, ia berharap terjalin sinergi yang lebih erat antara Dispusip Kota Surabaya dan Perpustakaan ITS dalam menghadirkan program literasi berkelanjutan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Pada kesempatan ini, Agus Santoso juga menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah awal kolaborasi yang saling menguatkan. Ia menegaskan komitmen Perpustakaan ITS untuk terus berperan aktif sebagai pusat pembelajaran dan literasi yang terbuka bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum.
Kunjungan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan akses literasi dan pembelajaran sepanjang hayat, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)